Archive November 2018

Meta Model Deletion (penghapusan)

Meta Model Deletion

Meta Model Deletion

Informasi atau kalimat yang di ucapkan tidak lengkap terjadi Penghapusan untuk pelaku, nama tempat, nama benda karena menganggap orang yang diajak berkomunikasi telah mengetahui maksud dari kalimat yang diungkapkannya.

Mengapa tidak diungkapkan ? Mengapa tidak disampaikan ?

Pembicara merasa bahwa Anda sebagai kawan berkomunikasi dianggap paham dan lebih dalam lagi karena faktor-faktor tertentu, malu atau hal sensitif atau tertalu berat untuk diungkapkan sehingga disimpannya.

Untuk mengungkapkan maksud dan arti kalimat yang disampaikan maka Anda sebagai pasangan berkomunikasi perlu mengali lebih dalam hingga ke ‘Deep Structurenya’. Dan dengan kesantunan, berkomunikasi, berbincang dengan lebih relaks akan mengalir.

Simple Deletion.

Menggunakan simple deletion, kita mengucapkan suatu kalimat dengan mengabaikan informasi mengenai seseorang, suatu benda/hal, atau keterkaitan antara keduanya.

contoh :

  • Pergi! [Siapa yang Anda suruh pergi, saya? Atau?]
  • Tolong! [Pertolongan seperti apa tepatnya? Apanya yang perlu pertolongan?]
  • Aku marah! [Marah sama saya? Marah seperti apa? Marah oleh sebab apa?]
  • Mau? [Apa bentuk tawaran Anda? Bila mau akan dapat apa?]
  • Tidak suka! [Tidak suka sama siapa? Tidak suka seperti apa?]
  • Dilarang! [Dilarang apa? Apa akibatnya?]
  • Rahasia! [Benarkah rahasia? Kalau sampai bocor? Seberapa rahasia? Siapa yang boleh tahu?]
  • Buka! [Pintunya? Caranya? Apanya? Bila dibuka akan terjadi apa?]

silahkan di perhatikan pola pola di atas bukankah kita sering melakukan pelanggaran ini ?

Dengan mengatakan secara lebih lengkap, kita bisa semakin mudah mengenali penyebab munculnya suatu state untuk kemudian mencari solusi yang tepat guna mengatasinya.

Meta Model Deletion

Comparative Deletion.

Di sini, kita membandingkan suatu hal dengan hal lain, tanpa menyebutkan secara jelas pembandingnya.

  • Aku gendut sekarang. [Dibandingkan dengan apa, kapan?]
  • Tidak ada yang sempurna? [Dibandingkan apa?]
  • Terlalu lama! [Apakah kemarin cepat? Dibandingkan apa?]
  • Pelan sekali! [Dibanding apa? Seberapa pelan?]
  • Mahal? Murah! Berat! Nakal! Jelek! Cakep! [Dibanding?]
  • Anda bisa mengerti, mengapa dia tidak? [Mengerti seperti apa? Dibandingkan siapa?]
  • Pikirkan lebih jauh dan matang! [Seberapa jauh? Jauh dibanding? Matang?]
  • Bukankah akan lebih baik bila dibicarakan. [Lebih baik dibanding apa?]
  • Dia lebih baik daripada saya. [Lebih baik dalam hal apa?]

tanpa menjelaskan secara detil pembandingnya, comparative deletion akan membuat kita menggeneralisasi state kepada hal-hal lain dan menjadikan pernyataan tersebut seolah tak terbantahkan.

Unspecified Noun or Verbs.

Pada ’pelanggaran’ model ini, kita mengucapkan sebuah kalimat yang tidak secara spesifik menunjuk suatu obyek atau kata kerja tertentu.

  • Buruk sekali. [Apakah pekerjaannya, hasilnya atau?]
  • Aku benci dia! [Apa yang telah dia lakukan?]
  • Tidak akan ada habisnya! [Bagaimana melakukannya?]
  • Tenang saja. Aku bisa melakukannya! [Melakukan seperti apa?]
  • Ini yang saya yakini. [Keyakinan seperti apa ya?]
  • Saya akan pertahankan ini semua? [Caranya? Bagaimana?]
  • Tidak bisa begitu saja! [Caranya? Apanya?]
  • Cara benar, hasil benar. [Cara bagaimana hasilnya bagimana?]

tentunya adan semakin memahami,kenapa kita perlu memahami Meta Model ini,kita perlu mencari tau maksud dari lawan bicara kita.

Jadikan Komunikasi lebih Efektif dan Elegan – Frame NLP

Frame NLP

Frame memiliki makna bingkai atau kerangka, dimana Fungsi bingkai salah satunya adalah menjadikan Foto atau lukisan semakin indah.Bahkan bingkai akan semakin memperkuat karater dari gambar yang ada di di dalamnya.

Dalam pembahasan NLP Frame memberikan konteks atau fokus pikiran dan tindakan yang menjadikan komunikasi kita lebih ter arah dan terfokus pada solusi yang kita harapkan mengemas komunikasi lebih elegan.

Sama seperti bingkai foto menempatkan perbatasan atau batas pada apa yang dapat Anda lihat dalam gambar memperkuat kesan tergantung bingkai yang kita berikan.

Mengubah kerangka pengalaman dapat memiliki pengaruh besar pada bagaimana Anda memandang, menafsirkan dan bereaksi terhadap pengalaman itu.

Mengubah kerangka acuan disebut reframing atau membingkai di NLP.

Dengan menggunakan Frame yang ada di NLP, nantinya kita akan mampu membuat atau lebih tepatnya mengarahkan lawan bicara ketika ingin menggunakan komunikasi yang persuasive berikut contoh pola Frame yang bisa anda gunakan.

Outcome Frame

Frame yang berorientasi pada outcome atau tujuan,mengevaluasi suatu hal tentang kemungkinan yang mendekatkan pada tujuan yang ingin kita capai.

Anda bisa bertanya :

  • Apakah sebenarnya apa yang saya inginkan ?
  • Apa Target yang hendak di capai ?
  • Apa saja hal bisa kita raih ?

Sebelum kita membuat Outcome Frame alahkah baiknya kita mempertimbangkan terlebih dahulu Ecolgy Frame sehingga apa yang hendak kita raih kita capai sudah di pertimbangkan dampak negative maupun postifnya sehingga tidak merugikan diri secara jangka panjang maupun merugikan orang lain.

Ecology Frame 

Frame yang mengacu pada pertimbangan ekologis terhadap diri sendiri maupun lingkungan yang mengajak kita untuk melihat dampak secara panjang,mengajkan agar bisa melihat lebih luas dari tujuan tujuan kita,apakah dampak bagi diri sendiri,bagi keluarga,bagi orang lain,bagi lingkungan dan hokum hukum baik hukum Negara maupun hukum agama yang kita anut.

Dengan mempertmbangkan ecology,kita bisa bertanya

  • Apakah hal ini merugikan orang lain ?
  • Apa dampak secara jangka panjang ?
  • Siapa dan apa saja yang terkena dampak dari keputusan yang kita buat ?

Contoh ecolgy Frame NLP  di gunakan dalam kampanye berhenti merokok dan hal ini juga selalu kita gunakan untuk mempertimbangkan keptusan keputusan kita secara jangka panjang.

Evidence Frame 

dengan Frame ini kita di ajak untuk berpikir dan melihat pada kenyataan,kongkrit dan bisa di buktikan.

  • Persisnya seperti apa hasil yang di inginkan ?
  • Buktinya apa jika hal ini sukses ?
  • Buktinya apa jika hal ini baik ?
  • Tepatnya berap jika target ini perpenuhi ?

As-if Frame 

Frame yang ditujukan kepada lawan bicara dengan menggunakan sebuah pengandaian,Frame ini berguna terutama kita hendak menyelesaikan masalah,menggunakan Frame ini bisa mengesplorasi kemungkinan kemungkinan yang belum kita lihat sebelumnya.

  • Bagaimana rasanya seandainya ini berhasil ?
  • Seandanya ini berhasil apa saja yang perlu kita lakukan ?
  • Bisakah kita merasakan jika ini sukses ?

Dengan menggunakan Is I Frame kita di ajak untuk berpiir tentang gambaran apa yang bisa di lakukan apa yang bisa di dapatkan hal ini memperluas sudut pandang.

Contrast Frame : 

Frame yang disampaikan kepada lawan bicara dengan memberikan sebuah polaritas secara kontras.”Berpikir beda”NLP bukan sekedar berbeda namun bagaimana Beda yang membedakan,apa yang membedakan NLP Fokus pada sumber daya bukan sekedar berbeda dari kondisi Unresourceful menjadi resourceful.

Kita bisa bertanya :

  • Apa persisnya yang membuat anda berbeda dari orang lain ?
  • Apa Nilai unggul yang membedakan dengan produk lain ?
  • Apa Variasi yang bisa kita buat ?

Backtrack Frame : 

Frame yang digunakan untuk memberikan suatu batasan pada sebuah konteks pembicaraan serta bersifat penegasan sekaligus memmbangun raport agar lebih akrab dengan orang yang kita ajak komunikasi karna merasa di pahami.

Kita bisa membuat peryataan dan pertanyaan :

Jadi maksudmu adalah,…?

Bisakah saya ambil kesimpulan sejauh ini bahwa..

Frame NLP

Tentunya anda sudah memahami pentingya belajar Frame NLP  seperti arah pembicaraan yang sering kita lakukan biasanya pembicaraan tanpa frame yang jelas akan menjadikan pembicaraan kita ngalantur tanpa tujuan yang jelas.

pernahkan kita berkumpul dengan teman teman kita dimana kita akan membicarakan semua hal tidak jelas ?

inilah contoh tanpa Frame. Dengan pola pola Frame NLP  pembiraaan kita menjadi lebih ter arah dan memiliki Outcome yang jelas,terus belajar dan makin produktif.

Belajar NLP dengan Tepat dan menyenangkan

Meta Model Jantunya NLP

awal ketika belajar NLP saya tidakbegitu tertarik untuk pembahasan Meta Model, Namun seiring tuntutan sebagai seorang Trainer NLP wajib membahas mau tidak mau harus memahami Meta model.

Dan Teryata setelah memahami  Mendapatkan Begitu banyak Inspirasi dan manfaat dari Meta Model baik untuk kehidupan pribadi,bisnis yang pastinya Meta model menjadikan komunikasi lebih efektif dan lebih jelas,

tidak salah jika meta Model adalah Jantungnya NLP,yang menjadikan NLP lebih hidup,Meta Model dipublikasikan di buku NLP pertama, Richard Bandler dan John Grinder dalam bukunya, “The Structure of Magic , Vol . 1 (1975)”.

Ini adalah pengembangan fitur semantik umum (Korzybski) dan tata bahasa transformasional (Chomsky), dan kemudian dikembangkan lagi melalui pemodelan ‘the successful therapeutic language interventions of psychiatrists’ bersama Fritz Perls, Milton Erickson dan terapis keluarga Virginia Satir .

Meta Model diformalkan dalam pengembangan ini dan menjadi kaya dengan mendifinisikan set pola linguistik yang baik sehingga dapat memfasilitasi perubahan serta mengatasi hambatan dalam peta mental seseorang tentang dirinya sendiri dan dunia model miliknya.

Penggunaan Meta Model, biasanya dalam bentuk PERTANYAAN. Ketika seorang klien menyampaikan informasi tertentu, maka seorang praktisi NLP menggunakan pemahaman Meta Model untuk menganalisa kalimat yang diucapkannya, lalu menindakanjutinya dengan pertanyaan sesuai TUJUAN yang ia tetapkan.

Tujuan yang ditetapkan? Apa maksudnya? Begini, Meta Model bukan sekedar ‘TEKNIK BERTANYA’, melainkan lebih dalam dari itu.

Sebagaimana dibahas dalam buku THE ULTIMATE INTRODUCTION OF NLP karya RICHARD BANDLER, ALESSIO ROBERTI & OWEN FITZPATRICK,

Tujuan penggunaan Meta Model adalah sebagai berikut:

Mendapatkan informasi yang lebih SPESIFIK.

MENGKLARIFIKASI informasi/pemikiran dari pembicara untuk mendapatkan pengertian yang lebih baik

Membuat perubahan dengan Membuka pengalaman seseorang dengan cara mempelebar MODEL DUNIA seseorang, dan memiliki lebih banyak cara berpikir, mumutuskan dan memahami.

Tergantung dari tujuan pembicaraan, jawaban atas pertanyaan itu bisa kita tindaklanjuti dengan lebih efektif tergantung dari tujuan yang di harapkan.

sebelum melanjutkan ke bahasan akan POLA-POLA DASAR kalimat Meta Model. Mendapatkan informasi yang lebih spesifik Secara sederhana, kita mengenal LAPISAN informasi yang disampaikan dalam sebuah pembicaraan atas TIGA bagian:

EXPERIENCE : PENGALAMAN asli dari penyampai pesan, dimana hal ini boleh dikatakan sulit sekali untuk bisa tergambarkan sepenuhnya karena hanya yang mengalami yang bisa memahami sepenuhnya keseluruhan isi pengalaman itu.

Dalam konteks ini kita akan gunakan contoh misalnya saja kita baru mengunjungi sebuah pemandangan indah di tepi pantai di Bali.

SURFACE STRUCTURE : informasi yang kita SAMPAIKAN, karena adanya keterbatasan kemampuan untuk mengakses/mengingat pengalaman asli yang ada maka kita menggunakan kata-kata yang memiliki makna pribadi, yang kita  familiar dan kita anggap mewakili keberadaan/jalannya pengalaman tersebut.

Dalam contoh konteks ini maka kita menggunakan kata dan kalimat yang mewakili kesan kita atas pengalaman ini yang kita harap bisa dengan mudah dimengerti oleh orang lain, misalnya dengan mengatakan “Kemarin saya berkunjung ke pantai di Bali, indah sekali suasananya.”

DEEP STRUCTURE : bentuk lanjutan yang lebih DETAIL dari Surface Structure. Ketika kita mulai menggali  surface structure dengan tujuan memperjelas data yang ada, maka kita berpindah ke Deep Structure.

Contoh ketika kita dalam contoh di atas kemudian ditanya “Indahnya seperti apa? Apa yang membuat itu indah bagi Anda?”

dan kemudian dijawab oleh kita “Yah, pantainya putih, bersih, banyak karang-karang besar, lautnya bersih dan airnya jernih.”

Perhatikan bahwa di titik ini informasi akan ‘suasan yang indah’ sudah menjadi lebih spesifik.

People respond to their internal map, not to the reality itself. 

Tanpa sebuah klarifikasi, sebuah komunikasi hanya akan memunculkan kesalahpahaman dan perseteruan karena setiap orang hakikatnya tidak sedang berkomunikasi satu sama lain, melainkan berkomunikasi dengan ’internal map’ mereka masing-masing.

hal penting dalam pengunaan atau ketika Anda menerapkan Meta Model ini, yaitu:

  1. Bangunlah hubungan baik, rapport.
  2. Respek, menghormati sudut pandang orang lain.
  3. Kejelasan tentang hasil dari interaksi saat berkomunikasi.
  4. Kemampuan mengenali dan merespon bahasa non-verbal saat berkomunikasi.
  5. Kemampuan untuk mendengar lebih baik, menyimak bukan sekedar diam memperhatikan.
  6. Kesadaran yang alami, bukan dibuat-buat, ketulusan yang ekologis.

Meta Model dikembangkan pertama kali berdasarkan pada Transformational Grammar (TG) yang dikembangkan oleh Noam Chomsky.

Menurut TG, komunikasi yang kita keluarkan melalui kata-kata hakikatnya hanyalah sebuah surface structure alias permukaannya saja dari deep structure alias maksud asli yang kita sampaikan.

Ibarat bakpau, kita seringkali tidak tahu apakah ia berisi daging atau kacang hijau hanya jika melihat dari bentuk bulatnya dari luar saja. Jika kita tidak pandai-pandai mencermati tanda-tanda perbedaan isi atau bertanya langsung pada penjualnya, tentu kita akan kecewa karena mendapatkan isi yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

kok bisa ada perbedaan antara maksud dan kata-kata begini?

Inilah keajaiban otak kita. Demi menjadikan hidup kita mudah, otak kita seringkali memangkas (deletion) kata-kata yang kita anggap kurang perlu, menyamaratakan (generalization) beberapa hal agar lebih mudah dikaitkan dan dipahami, dan mengaburkan hubungan (distortion) antara satu hal dengan hal lain agar kita dapat melihat-mendengar-merasa dengan lebih efektif.

Itu sisi positifnya. Sisi negatifnya, deletion, generalization, dan distortion dapat mengaburkan pemahaman kita akan apa yang disampaikan oleh orang lain. Alhasil, secara otomatis, kita menggunakan ’map’ kita sendiri untuk memahaminya.

melakukan Meta Model hakikatnya adalah usaha kita untuk memahami deep structure seseorang dengan membedah hal-hal yang ia delete, generalize, dan distort.

Ini pulalah yang menjadikan Meta Model sebuah teknik yang amat penting ketika kita melakukan modeling, sebab sang model seringkali tidak memahami bagaimana persisnya ia melakukan sesuatu (deep structure) dan karenanya hanya mengatakan hal-hal yang sangat superfisial (surface structure).

bagaimana persisnya kita melakukan Meta Model?

Ada  12 Pola META MODEL bahasa yang dapat digunakan untuk membantu memperkaya seseorang dalam me-recover dunia internalnya, yang dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) bagian yaitu :

Deletion (Information gathering)

merupakan pola bahasa yang digunakan untuk mengumpulkan kembali beberapa informasi yang hilang karena terjadinya proses penghapusan suatu informasi.

Distortion (Semantic ill-formedness)

merupakan pola bahasa yang digunakan untuk membantu seseorang ketika melakukan penyederhanaan dengan merubah makna suatu informasi.

Generalization (Limit’s of the speaker model)

merupakan pola bahasa yang digunakan untuk membantu seseorang dalam me-recover ketika melakukan proses generalisasi.

dalam artikel Berikut beberapa contoh pola bahasa yang terdapat dalam Meta Model,makin asik belajar NLP dan mempraktekanya.

Pola Bahasa yang MengHypnotist – Milton Model NLP

Salah satu kemampuan Komunikator yang hebat ialah tahu bagaimana ia harus berkata-kata yang baik dalam mempengaruhi rekan bicaranya.

Dan salah  satu cara untuk meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi adalah dengan memperbaiki struktur dan pola bahasa.

John Grinder salah satu founder NLP (Neuro-Linguistic Programming) telah melakukan modeling untuk merumuskan pola bahasa yang sering digunakan oleh seorang hypnotherapist terkemuka Milton H. Erickson agar dapat kita pelajari kembali untuk diterapkan dalam kegiatan komunikasi yang mempengaruhi.

Pola ini pastinya bisa di gunakan dalam semua bidang komunikasi yang kita gunakan,baik berkomunikasi dengan keluarga,rekan kerja,klien atau dengan siapapun.

Pola bahasa hipnotik ini dikenal juga dengan Milton Model, yang tentu saja nama ini diadaptasi dari “pemilik” pola bahasa tersebut.

Milton Model boleh di bilang kebalikan dari Meta model merupakan pola bahasa yang sarat akan distorsi, delesi dan juga generalisasi.

Ada dua pola besar dalam Milton Model ini, yang pertama adalah Inverse Meta Model (deletion, distortion & generalization)

dan yang kedua adalah Additional Milton Model Pattern (presupposition, indirect elicitation & pattern in metaphor).

PERBEDAAN META MODEL DENGAN MILTON MODEL

Seperti telah dibahas dalam NLP Model Komunikasi, kita cenderung melakukan proses pemfilteran dalam merespon stimulus yang masuk ke dalam diri kita dengan cara mendistorsi, menyamaratakan dan penghapusan.

Pada teknik Meta Model  kita telah membicarakan bagaimana kita mengungkap ‘Deep Structure’ atau bawah sadar ke atas permukaan dalam keadaan sadar ‘Surface Structure’ dengan cara META MODEL.

Milton Model adalah teknik yang terbalik dari Meta Model. Milton Model merupakan terobosan dalam komunikasi pada umumnya dan Milton Erickson melakukannya secara unconscious.

Tiga hal penting pada bahasa Milton Model:

(1)  Mengikuti dan mengarahkan realitas klien pada saat itu.

(2)  Mengacak pikiran sadar (conscious mind).

(3)  Mengakses pikiran bawah sadar (unconscious mind) dari sumber daya yang telah ada pada klien.

Meta Model

Milton Model

Memperjelas kalimat dan bahasa klien Mengaburkan dan menyamaratakan kalimat dan bahasa klien
Bergerak dari bawah sadar ke permukaan pikiran sadar Bergerak dari permukaan sadar ke bawah sadar
Menggali contoh-contoh agar lebih jelas dan terperinci Menggali dan menampilkan pengertian umum
Bertujuan memunculkan kembali pengalaman klien yang terkubur dalam bawah sadar ke permukaan pikiran sadar Bertujuan mengakses sumber daya dalam pikiran bawah sadar
Mengusahakan agar klien lebih focus pada hal-hal diluar dirinya sehingga klien dapat keluar dari peta mentalnya Mengajak klien agar focus pada system internal dalam dirinya

Model Milton memiliki tiga aspek utama:

Pertama, untuk membantu membangun dan memelihara hubungan baik  atau rapport dengan klien.

Kedua, membebani dan mengalihkan perhatian pikiran sadar sehingga komunikasi bawah sadar dapat diutilisasi untuk mencapai outcome tertentu.

Ketiga, untuk memungkinkan interpretasi atau kemungkinan dalam kata-kata yang ditawarkan kepada klien sehingga klien dapat menemukan lebih dari dua opsi, sebab dua opsi artinya double blind atau ikatan ganda, menjadikan klien tidak lagi berdaya.

Dengan munculnya alternative ketiga atau lebih, maka klien menjadi lebih berdaya dalam memilih tindakannya untuk mencapai outcome.

Pola-pola bahasa ‘Milton Model’ membuat pengguna mampu berkomunikasi secara tidak langsung dengan unconscious mind untuk mengindari penolakan, serta membantu pendengar dalam memilih bagain-bagian mana dari komunikasi yang hendak direspon.

apa saja pola Pola Milton Model ini ? akan kita lanjutkan di tulisan berikutnya

Belajar NLP Mudah dan menyenangkan,boleh SHARE artikel ini.

Eyes accessing cues Bahasa Mata yang Jujur

Eyes accessing cues – Boleh di bilang bahasa mata adalah bahasa yang jujur,bahkan ada kata bijak yang mengatakan mata adalah jendela Jiwa dari mata kita tahu apa yang tersimpan di dalam pikiran seseorang.

kita akan belajar bagaimana bahasa mata,pada saat kita berpikir,menghayal,mengingat mata kita tanpa di sadari akan terus bergerak – gerak,apa makna di balik pergerakan mata itu ?

sekarang coba anda ingat – ingat tepatnya jam berapa anda bangun tidur ?

kemarin memakai baju yang mana ? kapan terakhir kali anda berlibur ?  sudah ? jika sudah di lakukan bayangkan apa yang terjadi seandainya anda bangun kesiangan ?

bayangkan anda memakai baju badut ?

seandanya besok anda berlubur ke tempat yang anda impikan bagaimana perasaan anda ?

Biasanya, mata akan bergerak ke salah satu arah berikut ini: kanan (atas, tengah, bawah) atau kiri (atas, tengah, bawah). Dengan kata lain mata bergerak mengikuti apa yang sedang diproses oleh pikiran.

Dalam NLP di sebut Eyes accessing cues adalah pola gerakan mata yang dilakukan secara bawah sadar pada saat orang mengakses informasi tertentu dalam pikirannya.

Maksudnya secara bawah sadar (unconscious) adalah bahwa proses ini berjalan secara alami, tanpa disadari dan berjalan dengan sendirinya (otomatis, tanpa dibuat-buat).

mari kita perhatikan dan berlatih :

Mata naik ke pojok kiri atas – Sedang Lirikan mata sengakses Ingatan Visual berupa gambaran (Visual Remembering).

Seperti ini menunjukkan bahwa orang sedang mengingat gambaran yang pernah/telah ia lihat sebelumnya. Misal mengingat tempat yang pernah ia kunjungi, wajah seorang teman yang sangat berarti menurut atau apa yang telah ia lakukan hari kemaren.

Mata naik ke pojok kanan atas – Sedang Membuat Gambaran (Visual Constructed)

Lirikan mata seperti ini menunjukkan bahwa orang sedang membuat gambaran yang tak pernah ia alami sebelumnya. Coba tanyakan pada seseorang yang Anda yakin ia punya angan-angan namun hal itu belum pernah ia lihat. Misal orang yang punya angan-angan mendesain rumahnya sedemikian rupa sehingga kelihatan bagus. Atau punya angan-angan ia dan seseorang berkunjung ke suatu tempat yang belum pernah ia kunjungi.

Mata kesamping kiri (Kiri orang tersebut) – Sedang mengingat suara(Auditory Remembered)

Lirikan mata seperti ini menunjukkan bahwa orang sedang mengingat-ingat suara yang pernah ia dengar sebelumnya. misal kata-kata terindah diucapkan oleh orang yang spesial yang pernah ia dengar, lagu favorit dari Band tertentu, atau suara dari penyanyi favoritnya

Mata Kesamping kanan (kanan orang tersebut) – Sedang membuat suara (Auditory Constructed)

Lirikan mata seperti ini menunjukkan bahwa orang sedang membuat suatu suara-suara tertentu yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Coba dengarkan seandainya lagu kesukaan yang menyanyikan adalah teman dekat anda ?

Mata turun ke pojok kiri bawah (kiri orang tersebut) – sedang berdialog batin/Self talk (Auditory Digital)

Lirikan mata seperti ini menunjukkan bahwa orang sedang berdialog dengan dirinya sendiri, baik mempertimbangkan sesuatu maupun mengajukan pertanyaan dalam diri.

Mata turun ke pojok kanan bawah (kanan orang tersebut) – Merasakan pengalaman (Kinesthetic )

Ketika orang mengalami beberapa pengalaman, maka orang akan mengakses gerakan mata seperti ini.

bagaimana perasaanmu ketika liburan bulan kemarin ?

latih eyes accessing cues Anda sendiri sebelum mengamati pola eyes accessing cues orang lain dengan cara menanyakan pertanyaan yang di sesuaikan dengan keterangan di atas Latihan ini akan sangat bermanfaat untuk memahami konsep eyes accessing cues.dan akan sangat bermanfaat ketika kita melakukan Raport Building atau membangun keakraban.

Untuk orang kidal biasanya polanya terbalik.

Namun, lebih baik dipastikan dengan menanyakan beberapa pertanyaan untuk mengkalibrasi dan memastikan bahwa polanya adalah benar terbalik sebelum mengambil suatu kesimpulan.

Selamat Belajar Semoga bermanfaat,penasaran ? bagaimana penerapanya ?

Belajar NLP memang asik memang menyenangkan, Boleh di SHARE Untuk berbagi penasaran dan manfaat bagi orang lain.

TOTE model Of Strategies

TOTE model sebuah cara atau tool untuk mempermudah untuk mencapai hasil,

T.O.T.E model dikembangkan oleh tiga orang ilmuawan yang berbeda disiplin: George Miller, Eugene Galanter dan Karl H Pribram.

TOTE model ini dibahas dalam buku mereka yang berjudul: ‘Plans and the Structure of Behaviour’, diterbitkan pada tahun 1960.

T.O.T.E = Test, Operate, Test, Exit; adalah siklus langkah yang didasarkan pada Computer Modelling.

NLP sebagai sebuah pengetahuan yang berorientasi kepada modeling memberikan pula semacam panduan tentang bagaimana menggunakan sikap fleksibilitas ini yang tertuang dalam konsep TOTE (Test-Operate-Test-Exit).

Prinsip dasar penggunaan TOTE dalam kaitannya dengan berpikir serta berperilaku adalah bahwa apabila kita memiliki perilaku tertentu maka itu semua disebabkan karena hasil dari proses berpikir kita atau yang di NLP disebut sebagai Strategi.

Strategi proses berpikir yang terdapat dalam benak manusia diatur dalam urutan notasi yang bekerja layaknya sebuah program hingga menjadi sebuah keputusan dalam bentuk perilaku (Operate).

TOTE mewakili empat hal yang dianalisa dari sebuah perilaku yang ingin diintervensi atau dimodifikasi :

TEST untuk mendapatkan beberapa perwakilan dari ‘Problem State’ Masalah yang ingin di perbaiki.

OPERATION dalam mengintervensi beberapa cara dengan mengakses data  RANGKAIAN strategi yang muncul dari adanya stimulus tersebut,  menganalisa sebuah struktur dan rangkaian yang benar-benar memicu lahirnya pola perilaku spesifik.

TEST ulang untuk melihat apakah hasil yang diinginkan / Starategi  telah tercapai. Jika belum, loop kembali untuk ber OPERASI Di titik ini kita akan kembali melakukan pengujian di fase OPERATE untuk memastikan respon baru yang muncul sudah sesuai tujuan (OUTCOME) yang ditetapkan.

EXIT ketika tujuan tercapai dan masalah dapat dipecahkan

Dengan menggunakan acuan dari prinsip TOTE di atas adalah pertama-tama kita periksa terlebih dengan perilaku lama yang saat ini ada (Test) yang ingin kita rubah sesuai dengan keinginan kita,

lantas jika perlu dilakukan perubahan maka kita lakukan perubahan mengenai urutan dalam proses strategi berpikir kita (Operate),

setelah kita lakukan perubahan maka kita akan lakukan uji coba apakah perubahan dari proses berpikir tersebut sudah sesuai dengan hasil perilaku yang kita harapkan (Test),

jika memang sudah sesuai maka program berpikir yang menghasilkan perilaku tersebut dapat kita pilih sebagai program perilaku baru (Exit).

dan yang perlu di ingat dan di pahami bahwa kita perlu memiliki sikap Fleksibel sampai Outcome yang kita inginkan tercapai,

ada banyak teknik dalam NLP untuk mempermudah cara atau strategi untuk melakukan perubahan,Artikel ini Boleh Di SHARE agar banyak yang bisa mendapatkan manfaatnya,terimakasih

Percepatan Sukses dengan Modelling NLP

Jurus Modelling,ilmu wajib pratisi NLP modelling di sini adalah kemampan menduplikasi/meniru/nyontek jadi belajar NLP itu wajib hukumnya nyotek hehehe,

Jika bisa belajar Cepat kenapa lambat,salah satu jurus percepatan belajar adalah dengan menggunakan teknik modelling NLP

Coba anda ingat – ingat  ketika Anda pertama kali belajar mengemudi dulu,

Atau anda ingat ingat ketika pertama kali menggunakan HP Baru,

Seperti apa Prosesnya ?

seperti apa dinamika pembelajaran yang Anda lalui? Masihkah Anda mengingat keseruannya? Masih ingatkah tahapan tahapanya ?

Belajar adalah aktivitas yang MUTLAK keberadaannya tak terpisahkan dari keseharian kita.

Sekarang, bagaimana jika kita bisa meningkatkan EFEKTIVITAS pembelajaan ini?

Bagaimana jika kita bisa MENIRU dan MENGADAPTASI keahlian seseorang yang kita anggap efektif dan menguasainya dalam waktu cepat?

Berita baiknya, NLP mengajarkan kita keahlian untuk itu, yang disebut sebagai Modelling NLP  atau upaya untuk MEMODEL seseorang.

Modelling NLP bekerja dengan sebuah prinsip sederhana, bahwa setiap perilaku atau keahlian dapat dilakukan karena adanya STATE yang tepat yang melandasinya.

Sebagai keilmuan yang mempelajari STRUKTUR INTERNAL manusia, State dianggap sebagai komponen utama yang ‘dibedah’ sampai ke struktur terkecilnya.

Prinsip NLP adalah ketika seseorang mampu melakukan sesuatu secara efektif dan bisa kita ketahui strukturnya, maka struktur itu idealnya bisa DIDUPLIKASI pada diri orang lain untuk menghasilkan hasil yang sama, struktur inilah yang di-MODEL dalam konteks Modelling NLP

Langkah-langkah strategi modeling :

(1)  Pilihlah salah satu model yang Anda favoritkan.

(2)  Observasi perilaku si model, apa yang dilakukannya dan bagaimana melakukannya?

(3)  Lengkapi observasi Anda dengan elicit atau mengali dan mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:

Keyakinan dan nilai yang dimiliki si model

Strategi mental ketika sedang melakukan aktivitas

Fisiologinya atau gerak dan bahasa tubuhnya

(4)  Terapkan pada diri Anda strategi si model

(5)  Buatlah rancangan yang dapat diajarkan kepada orang lain

(6)  Terapkan pada sesi pelatihan Anda

Sebenanrya kita bisa belajar apapun dengan cepat jika kita telah menemukan teladan orang yang tepat yang bisa kita model dari skill atau sikap yang di miliki dan tinggal kita mau atau tidak dan inilah pentinya kita bergaul dengan orang orang yang positif secara sadar maupun tidak kita akan termodel.

Sesungguhnya bila Anda menyadari diri Anda dan potensi yang Anda miliki,

Anda bisa memodel siapapun yang Anda inginkan Karena sejatinya, Anda adalah pemodel yang ulung.mau belajar lebih lanjut tentang Modelling NLP ? Boleh di SHARE untuk membagikan manfaatnya kepada orang lain.

NLP Model Bagaimana kita berpikir Bagaimana kita Berprilaku

Manusia adalah makhluk unik tidak ada yang sama satu sama lain,bahkan sesorang yang kembar di lahirkan dari orang tua yang sama di rumah yang sama akan memiliki pola pikir yang berbeda,sudut pandang yang berbeda.

Apa yang kita lihat dalam kehidupan ini bisa saja sama  namun memiliki penilaian, rasa dan cara menjalani kehidupan yang berbeda, keputusan yang berbeda dan menhasilkan tindakan yang berbeda tak ada yang sama satupun.

oke sekarang kita gunakan contoh yang  sederhana,pada musim hujan sering sekali terjadi banjir di beberapa daerah mungkin  bagi orang dewasa adalah musibah yang merepotkan

bagi anak anak mungkin di anggap sebuah wahana permainan,bagi pedagang es mungkin di anggap kurang menguntungkan,bagi penjual payung atau pabrik payung adalah anugrah,kejadinya sama di tempat yang sama namun makna dan arti yang berbeda – beda setiap orang akan membuat penilain yang berbeda.

Informasi secara sederhana di bagi menjadi 3 Bagian

INPUT > PROSES>OUTPUT

Input    = Pancaindra = Visual,Auditory,kinestetik,Olfactory,Gustory

Proses  = Neuroligical Transforms > Firs Access > Lingustic Trnasform > MAP

Output = Behaviour, Action,Respons

Proses pertama kali masuknya informasi berawal dari sebuah panca Indra mungkin kita melihat sesuatu secara Visual, mendengarkan suara tertentu secara Audiotry,merasakan/menyentuh sesuatu secara kinestetik.

Kemudian Informasi tersebut di Proses sehingga menjadi Pengalaman Internal atau sering di sebut sebagai representasi Internal (MAP).

Atau di sebut juga pengalaman internal,tapi sebelum menjadi representasi internal pikiran dan perasaan memiliki beberapa lapis filter yang menjadikan informasi itu begitu sederhana dan tidak utuh karna informasi akan mengalami proses Deletion (Penghapusan) Generalization (Penyamarataan) dan Distorsi
( Deletion )

Disinilah kita semakin memahami dalam NLP Model Peta bukanlah wilayah yang sebenarnya.

Deletion (Penghapusan)

menghapus sebagian informasi pada sebuah peta,kita tidak menggambar sebuah mobil di dalam peta tidak menggambar rumah kecuali petunjuk tertentu sebagai symbol.

Ini seperti kita melakukan sebuah perjalanan di jalan tersebut kita tidak memperhatikan apa yang ada di sekeliling kita baik rumah,toko atau bangunan di sekeliling jalan tersebut baru sadar ketika kita membutuhkan sesuatu dan mencari toko tertentu dan teryata ada pada jalan yang sering kita lewati,

pikiran terjadi Deletion informasi sampai kita menyadari dan memfokuskanya.

Otak kita secara ilmiah akan memilih informasi yang berguna bagi dirinya sementara yang lain akan di hapus Hal ini bermanfaat supaya otak tidak dibanjiri oleh informasi yang tidak berguna tapi disisi lain terkadang kita membutuhkan informasi yang teryata berguna untuk kita.

Contoh Deletion yang sering terjadi adalah ketika teman atau orang lain melakukan hal – hal yang di anggap salah oleh kita,Pada saat itu kita melupakan kebaikan yang pernah di perbuat.

Generalization (Menyamaratakan)

dalam menggambar sebuah peta semua jalan di gambar dengan bentuk yang sama tidak peduli wujud yang seaslinya bagaimana mungkin halus maupun berlubang semunya di gambarkan dengan sama.

Generalisasi adalah sebuah proses belajar seperti membuat kesimpulan ketika kita pernah tergores benda tajam kita akan lebih hati – hati ketika melihat benda tajam seperti pisau silet dan lain – lain hal ini sangat berguna mempermudah otak membuat kesimpulan sehingga proses berpikir menjadi lebih sederhana.

Contoh saja ketika kita belajar mengendarai motor bebek dari merk x kemungkinan besar kita akan bisa mengendarai motor dari jeni merk y karna di buat dengan pola generaliasi.

Dan terjadinya Fobia maupun trauma ini juga bagian dari generalisasi otak, seperti seorang perempuan yang beberapakali di sakiti oleh laki – laki dan memberikan kesipulan semua laki – laki sama “ Buaya Darat” ini adalah efek generelesasi yang berlebihan padahal buaya adalah termasuk hewan yang setia kepada pasanganya he he,..Memang ada laki laki yang kadang suka mempermainkan perempuan tapi lebih banyak laki – laki yang baik tentunya contohnya saya,..

Bukan proses pikiran yang buruk tapi bagaimana kita bisa menempatkan dan memanfaatkanya.

Distortion (Menghubung – hubungkan dengan kejadian lain)

pada saat kita melihat peta sebagian besar informasi telah berubah dari aslinya mejadikan jalan lebih kecil dari sebelumnya atau di buat skala perbandingan tertentu.

Di dalam proses berpikir kita biasanya mengaitkan pada hubungan yang tidak semestinya yang menjadikan apa yang kita pikirkan lebih kecil atau lebih besar dari semestinya.

Distorsi menghubungkan sesuatu yang tidak logis atau tidak ada hubunganya sama sekali,melihat seorang teman yang bertemu dan tidak menyapa kita membuat kesimpulan bahwa dia sombong, melihat wajah seseorang merah beranggapan marah ketika melihat teman saat kuliah jarang berangkat ber anggapan malas.

Sekali lagi ini bukan masalah benar dan salah baik dan buruk tapi bagaimana kita mampu menempatkan diri karna akan ada banyak kemungkinan namun proses Distorsi menjadi sederhana untuk membuat penilaian untuk mempermudah.

Ketika teman jarang berangkat kuliah bisa saja dia sudah bekerja dan memiiki kesibukan yang tidak bisa di tinggal,ketika tidak menyapa bisa saja ia tidak melihat saat itu justru anda yang seharusnya memulai duluan,ada banyak kemungkinan yang terjadi dan akan ada banyak presepsi tegantung siapa yang memberikan makna.

Distorsi bisa menjadi sangat bermanfaat sekali misalnya ketika kita membuat tombol ancor di dalam tubuh kita kita menghubungkan sebuah kepalan tangan kanan menjadikan kita bersemangat,kita bisa menghubungkan suara tertentu menjadikan efek nyaman dan tenang.

Contoh lain adalah proses perencanaan masa depan dengan membayangkan atau memvisualisasikan sesuatu juga menggunakan distorsi, sebagai cara membangun tujuan masa depan yang lebih baik.Menghubungkan warna merah dengan berani menghubungkan warna putih dengan suci,apakah hal ini ada hubunganya ?

bisa iya bisa tidak tergantung makna dan distorsi yang kita buat menghubungkan yang tidak ada hubunganya.jangan jangan kita kebanyakan Fokus dengan menghubungkan pada hal hal yang sebenarnya tidak ada hubunganya.

Belajar NLP belajar tentang bagaimana kita berpikir

Belajar NLP belajar Tentang bagaimaan kita menikmati hidup,..

Terimakasih,silahkan Boleh di SHARE artikelnya,.

Sub modality – dari sinilah lahirnya prinsip dan teknik NLP

Ketika belajar NLP dan ingin memahami,mempraktekan pastinya wajib hukumnya memahami apa itu Sub Modality,Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Sub modality NLP saya ingin mengajak anda untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan beberapa pertanyaan yang perlu di jawab :

lebih asik mana nonton Film di bioskop dengan nonton Film di Layar HP ?

Bagaimana  sensasi yang di rasakan dengan Film yang sama antara nonton di bioskop dengan di HP  ?

Sekarang jika nonton Film tadi gambarnya di buat hitam putih,suaranya di buat kecil, bagaimana sensasinya ?

ada yang berbeda ?

sebuah tayangan film, terdapat elemen gambar dan suara yang di mainkan yang menjadikan film itu menarik berkesan. Dan rasanya pasti berbeda bukan antara Di HP dengan di bioskop meskipun filmnya sama.

Sub modality adalah salah satu bagian dari perangkat manusia tentang bagaimana seseorang merekam sebuah peristiwa untuk kemudian disimpan dalam pikirannya. Jika boleh diibaratkan dengan mudah, maka Submodality dapat dianalogikan dengan data dari sebuah tayangan film.

Jika kita perhatikan lebih detail maka dari elemen gambar yang ada akan dibagi menjadi beberapa hal misalnya : warna yang ditampilkan film tersebut terkadang warna yang terang dengan komposisi warna yang lengkap, terkadang dalam adegan yang lain dibuat sedikit gelap.

Demikian juga dengan suara yang disajikan dalam tayangan tersebut seperti misalnya : ada adegan yang menampilkan suara yang fokus kepada salah seorang pemerannya saja, namun terkadang suara yang diperdengarkan dalam sebuah adegan terkesan bercampur dengan suara latar belakang dari pemerannya semisal terjadi dialog dalam sebuah keramaian.

jika kita cermati lebih jauh dari sebuah tayangan film maka akan kita temui pula tentang bagaimana sudut pengambilan gambar yang dilakukan oleh sutradara atau kru pembuat film yang berbeda dalam setiap adegan.

Terkadang kita sebagai penonton seperti mewakili dari sudut pandang seorang pemeran utama ketika dia berdialog dengan pemeran yang lain, namun acap kali kita juga mampu melihat sendiri aksi dari seorang pemeran utama ketika berinteraksi dengan pemeran yang lain yang artinya kita melihat dua pribadi : pemeran utama dan pemeran yang lain.

Kwalitas dari gambar dan suara yang berbeda menghasilkan efek dan kesan yang berbeda bukan ? apa Kaitanya ?

dalam pembahasan Sebelumnya kita telah membahas Sistem Modalitas yaitu :

V – Visual = penglihatan,

A – Auditory = pendengaran,

K – Kinhestetic = perasaan,

O – Olfactory = penciuman,

G – Gustatory = pengecapan.

Dan pembahasan Submodality menjadi begitu penting, karena dalam keseluruhan prinsip dan teknik yang ada dalam NLP semuanya akan mengacu pada Submodality. merupakan informasi yang lebih detail dari sistem representasi seseorang,

seperti kita  nonoton Film ada detail detail setiap bagian yang menjadikan kwalitas berbeda dan Submodality atau lebih dikenal sebagai kualitas dari modalitas.

> Sub=Bagian, Modality = Modalitas/V.A.K.O.G contohnya seperti ini :

Modalitas Visual Submodalitasnya :

Terang- Gelap, Berwarna-hitam putih, dsb.

Modalitas Audiotory Submodalitasnya :

Keras-Pelan, Cepat – Lambat, Jauh- Dekat, dsb

Modalitas Kinestetic Submdalitasnya :

Letak rasa, tekanan suatu rasa, dsb

Dimana susunan STRUKTUR  kwalitas modalitas tersebut akan berpengaruh kepada emosi yang kita rasakan EMOSI yang kita rasakan akan mempengaruhi KEPUTUSAN dan Keputusan akan mempengaruhi TINDAKAN.

Dan  perubahan Sub Modalitas yang di lakukan akan memberikan perbedaan kepada intesitas EMOSI.

Seperti kita nonton Film di TV dan bioskop pastinya akan menghasilkan sensasi yang berbeda TV hitam putih dan berwarna juga berbeda besar kecil bahkan intesitas warna yang ada akan berpengaruh bukan ?

Mendengarkan music dengan kwalitas suara juga aka berpengaruh terhadap bagaimana kita menikmati music tersebut.

Di dalam pikiran kitapun seperti itu dimana intensitas dari sub modalitas bisa di naikan atau di turunkan untuk menghasilkan efek emosi yang berbeda, Hal ini yang disebut edit submodality

kualitas atau struktur elemen dari pengalaman yang kita ingat tadi disebut sebagai Submodality. Hal yang menarik dari keberadaan submodality ini adalah dengan merubah elemen tersebut akan merubah makna yang terdapat pada pengalaman yang kita miliki.

Sama halnya dengan tayangan sebuah film  jika misalkan kita menonton film horror lalu suara yang menyertai film tersebut kita hilangkan, maka dapat dipastikan kesan menakutkan dari film tersebut akan berkurang pula.

Begitu seorang praktisi memahami struktur dari Submodality dirinya atau kliennya, maka ia bisa mulai melakukan teknik-teknik perubahan Submodality sesuai tujuan yang diharapkan.

Tertarik Belajar Mendalam Tentang NLP ?

Silahkan SHARE Artikel ini agar lebih banyak yang mendapatkan Manfaat

Teknik NLP Yang Cepat, Efektif & Aman Untuk Merubah Perilaku (New Behavior Generator )

New Behavior Generator

NLP adalah hasil kristalisasi pengetahuan tentang prilaku Excellent dalam bidanngya dan di Formulisakan sebagai pola sehingga mudah di tiru dan di aplikasikan Salah satu teknik yang di kembangkan NLP adalah  New Behavior Generator Teknik membentuk perilaku baru yang di Inginkan

New Behavior Generator (NBG) adalah salah satu teknik unggulan dalam NLP. Teknik ini sangat populer dan menarik untuk digunakan ketika merubah perilaku.

Jika kita ingin memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, ingin lebih termotivasi untuk bekerja, ingin lebih siap berkompetisi dengan kompetitor atau ingin memiliki perilaku (kemampuan) baru yang mendukung (public speaking),atau prilaku Excellent lain yang kita inginkan NBG sangat cocok untuk kita gunakan.

Tujuan dari pada teknik ini adalah memungkinkan diri Anda untuk membentuk ‘PERILAKU BARU’ dengan menerapkannya dalam pikiran (mind) sehingga mengaktifkan semua sumber daya yang Anda miliki di system saraf (neurological resources).

New Behavior Generator

New Behavior Generator Beroperasi mempergunakan strategi T.O.T.E dan secara alamiah akan meningkatkan kinerja seseorang setelah melakukan latihan ini berkali-kali Prinsipnya semakin sering di ulang akan semakin teerakam kuat dalam otak,

Menciptakan dan menjaga kebiasaan baik membutuhkan perilaku dan respon yang disiplin, terus menerus berfikir positif dan optimis, dan itu dilakukan dalam jangka panjang untuk mencapainya

Menghasilkan prilaku baru yang baik merupakan bentuk peta mental kompetensi tidak sadar untuk keterampilan.Kita tidak harus belajar semuanya dari awal.

Leverage atau mengungkit adalah tentang cara belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Anda bisa melakukannya dengan cara ATP (Amati Tiru Persis) dan kemudian ATM (Amati Tiru Modifikasi). Kita memiliki banyak referensi dan perilaku sudah sadar bahwa kita dapat mengatur dan mengurutkan agar bisa menjadi keterampilan baru.

Orang belajar melalui observasi, praktek dan perbaikan. Kita bisa menciptakan strategi untuk mencapai hal-hal baik.

Proses Empat langkah New Behavior Generator

Langkah 1 – Pilih Prilaku atau kebiasaan yang ingin di miliki

Pilih prilaku yang selama ini ingin anda miliki namun belum bisa,atau sesuatu yang inginkan anda lakukan lebih baik dari sebelumnya misalnya dalam hal public Speaking,Negosasi atau kebiasaan yang lainya, Tetukan secara sadar.

Tentukan konteks

Kapan dan dimana anda ingin menggunakan skill/ketrampilan/prilaku tersebut ?

biasanya kita berpikir kapanun dimanapun,hal ini sebuah kesalahan tidak ada satupun prilaku yang cocok untuk semua konteks.

Tentukan siapa Role Modelnya ?

Pikirkan seseorang yang bisa melakukan hal ini dengan sangat baik kita membutuhkan teladan untuk ditiru.

boleh seorang tokoh baik kita mengenal maupun tidak,bahkan kita bisa menggunakan tokoh Fiksi tidak masalah,yang penting anda punya referesentasinya dan menjadi teladan yang ingin di tiru.

Evaluasi Role Model

Bayangkan orang yang menjadi role model sedang melakukan prilaku yang anda ingin tiru,gambar harus berupa gambar bergerak dengan jelas ada suaranya dan perhatikan bahasa tubuhnya,intonasi suaranya.dan amati baik – baik reson dari orang lain.

Bagaimana perasan anda terhadap nya apakah anda merasa cocok ?

jika merasa cocok dengan role model tersebut lanjutkan. Jika tidak cocok anda bisa menggantinya.

Langkah 2 Gantikan role model dengan Anda sendiri lakukan evaluasi

Kini anda mengubah gambaran role model yang ada, seakan akan adalah diri anda sendiri sedang melakukan prilaku yang sama dengan role model yang ada, Seakan akan anda menonton Film tentang anda sendiri,perhatikan anda sedang berprilaku sama persis seperti orang yang anda kagumi.

Pandangi bahasa tubuhnya,gesturnya,Intonasinya suaranya,amati respon yang di dapat dari orang lain,tak perlu terburu buru rasakan perasaanya dan nikmati setiap detailnya,apakah anda merasa sudah pas ?

jika sudah merasa pas lanjutkan jika merasa belum pas ganti ke langkah awal lagi.

Langkah 3 Asosiasl kedalam (bayangkan kita sudah memiliki tersebut)

Kini setelah anda merasa senang pas dengan prilaku baru tersebut,melangkahlah masuk  kedalam film tersebut dan bayangkan diri anda benar benar sedang melakukan prilaku tersebut.

Rasakan benar benar yang sedang di rasakan,lihatlah benar benar apa yang sedang di lihat dan dengarkan apa yang sedang benar benar di dengarkan. YAKINLAH untuk merasakan tubuh anda sedang melakaukan prilaku tersebut.

Ambil waktu secukupnya dan nikmati setiap detail prosesnya amati seluruh indrawi

Senangkah anda melakukan prilaku tersebut ?

jika senang lanjutkan dan nikmati,jika belum merasa sempurna lakukan modifikasi cari role model yang benar benar pas menurut anda yang sesuai dengan prilaku yang anda inginkan.

Langkah 4 Lakukan Tes 

lakukan tes dengan kehidupan nyata, cari situasi yang cocok dengan prilaku tersebut dan lakukan tes,melangkah menuju prilaku tersebut,rasakan nikmati.

NBG adalah teknik yang Cepat dan Efektif untuk membentuk prilaku baru,latih lakukan berulang ulang untuk membentuk prilaku baru yang kita inginkan,semakin sering melatih akan menjadi kebiasaan dan akan semakin otomatis kita menggunakanya.

Ingin Belajar NLP dengan Cepat Asik dan menyenangkan ? kami siap membantu anda.

Boleh di SHARE Artikel ini agar banyak yang bisa mengambil manfaat.