Mudah raih cita cita dengan WFO – Success with Well Formed Outcome

Mudah raih cita cita dengan WFO – Success with Well Formed Outcome

Banyaknya strategi dan juga teknik pengembangan diri yang ditawarkan dalam NLP dan tentunya ini sangat membantu bagi praktisi NLP,tapi yang perlu di pahami biasanya karna terlalu banyak pilihan menjadikan kita bingung.

Disinilah kita perlu memahami salah satu Pilar NLP yaitu memiliki tujuan yang jelas  dan spesifik. Well-Formed Outcome (WFO) adalah sebuah rumusan kesuksesan yang dapat diimplementasikan dalam meraih cita-cita.

WFO menjadikan apa yang kita cita-citakan menjadi jelas dan terukur bukan hanya sekedar “kira-kira”. Teknik WFO ini tidak hanya dapat diterapkan dalam mencapai sebuah cita-cita saja,

dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan juga dapat menggunakannya demi mencapai visi dan misi yang sudah ditetapkan.

Rumusan dari WFO tersebut adalah :

State the outcome in positive term (Ungkapkan dalam kalimat positif). 

Pikiran manusia lebih mudah menerima kalimat positif oleh karena itu dengan menghindari kalimat negasi seperti “tidak, jangan” dapat membuat outcome menjadi lebih positif dan bermanfaat, niat positif tujuan positif.

Ensure the outcome is within your control (Pastikan bahwa outcome berada dalam kendali).

Putuskan secara sadar apa yang menjadi cita cita /goal anda,karna jika sebatas keinginan setiap saat keinginan kita bisa berubah ubah.

Be as specific possible (Diupayakan se-spesifik mungkin), outcome harus dibuat se-spesifik mungkin seperti : kapan akan diwujudkan, dimana, dengan siapa, berapa banyak/jumlahnya, dll.

Have a sensory-based evidence procedure (Memiliki tolok-ukur (bukti indrawi) yang jelas)

dengan menggunakan minimal 3 sensori inderawi kita dapat membuat outcome menjadi lebih terukur.bisa di bayangkan bisa di liahat bisa di raba.

Consider the context (Kontekstual)

Have access to resources (Memiliki sumberdaya), dengan memiliki sumber daya (internal dan eksternal) dapat mempercepat tercapainya outcome,dan pastinya jika sumber daya yang di butuhkan belum ada kita bisa memfokuskan untuk meraih sumber daya ini.

Jika yang di butuhkan ilmu berarti kita perlu belajar,jika yang di butuhkan adalah relasi kita perlu membangunya,tetapkan tujuan namun Fleksible dalam prosesnya.

Check the outcome is ecologically sound (Mempertimbangkan keselarasan)

pastikan apa yang menjadi goal telah di pertimbangkan dengan baik agar tetap selaras.

Define the first step (Tetapkan langkah awal)

dengan menetapkan kapan langkah awal dilakukan membuat outcome menjadi lebih cepat terwujud.

Demikianlah penjelasan tentang WFO yang merupakan strategi dan juga rumusan bagi seorang praktisi NLP kita bisa berdiskusi lebih lanjut tetang NLP yuk belajar bersama.

Raport Building Membangun Keakraban

Raport Building Membangun Keakraban

kira – kira kepada siapa anda berani menyampaikan/menceritakan masalah yang anda hadapi ? jika anda di nasehati siapa orang yang paling anda dengarkan ? ketika anda membeli kepada siapa yang akan membeli barang yang anda butuhkan ?

Tentunya bukan sekedar kepada orang yang anda kenal bukan namun orang yang anda Percayai/Trust

Berkomunikasi,belajar,bertransaksi maupun berhubungan keseharian pastinya kita akan memilih terlebih dahulu kepada orang yang kita kenal dan kita percaya atau yang di sebut dengan Trust, kepercayaan dapat di bangun melalui keakraban (Raport).

Raport dimana kondisi saling terhubung atau merasa ada kedekatan hubungan,misalnya kita pergi ke sebuah kota lalu kita bertemu seseorang yang awalnya tidak kenal setelah kenalan ko teryata dari kota yang sama,biasanya kekaraban begitu mudah di bangun karna merasa ada kesamaan.

Tujuan membangun keakraban hubungan ( Raport )

  1. Mempermudah komunikasi dan meminimalkan hambatan komunikasi

Kita sangat sering bertemu dengan seseorang yang tak di kenal lalu kita coba berbincang atau sekedar menyapa, mungkin pada saat awal perbincangan yang kita lakukan hanyalah sambil lalu karna belum terjalin raport,atau seorang guru yang memberikan materi namun siswa asik dan ngobrol sendiri karna belum terjalin raport,banyak komunikasi yang kita lakukan namun kurang efektif di sebabkan raport belum terjalin dengan baik.

  1. Membangun Kepercayaan ( Trust)

Tujuan dari membangun raport agar terjalin keakraban dan terjadi saling percaya sehingga dari hal tersebut tujuan dari komunikasi dan melangkah ke tahap selanjutnya lebih mudah, mudah akrab bahkan mudah terjadi sebuah transaksi bisnis.

Dalam komunikasi menunjukan ada suatu informasi yang dikirim dan diterima, dan ternyata setiap informasi yang diterima oleh lawan bicara (Komunikan) memberikan suatu respon secara tidak sadar.

Respon secara tidak sadar John Grinder meyebutnya (Unconscious Responsiveness) yaitu ketika seseorang merespon anda secara non verbal melalui gerakan tubuh atau intonasi suara yang terjadi secara unconsius.

Lalu bagaiaman caranya membangun Raport ?

Dalam membangun rapport, NLP memperkenalkan tahapanya pacing dan leading,

Pacing : Menyamakan / Menyelaraskan – Bisa menyamakan pembicaraan tentang hobi,makanan,pendidikan,keluarga,pekerjaan dll

Menyeleraskan bisa saja menyamakan bahasa tubuh,pola nafas,bahkan memahami keyakinanya.

Hal terpenting yang perlu kita ketahui adalah ketika melakukan proses Matching atau Mirroring lakukan dengan sangat natural. Bahkan tidak semua gerakan lawan bicara wajib kita ikuti. Biarkan proses tersebut berjalan secara alami.

kerangka membangun komunikasi yang baik, adalah sebagai berikut:

Pacing —> Calibration —> Leading

Calibration / kalibrasi : Merupakan tolok ukur untuk menentukan saat yang tepat untuk Memimpin.Pada saat yang tepat lakukan perubahan posisi atau gerakan tubuh secara tiba-tiba dan perhatikan apakah lawan bicara melakukan gerakan yang kurang lebih sama (mengikuti) dengan apa yang kita lakukan.

Lakukan hal ini kurang lebih 3 (tiga) kali dengan adanya jeda waktu. Jika lawan bicara sudah mulai mengikuti gerakan kita, berarti sudah terjalin raport dan selanjutnya

Leading : Memimpin. Tujuan dari komunikasi adalah leading (memimpin) arah komunikasi,dalam komunikasi dengan hal ini kita akan lebih mudah melakukan penjualanan maupun memberikan arahan atau apapun yang paling penting sudah terjalin Trust terlebih dahulu.

State Of Mind NLP

State Of Mind NLP suatu keadaan di mana pikiran, perasaan dan fisiologi tubuh yang saling berhubungan membentuk kondisi dalam diri Anda.

State Anda dalam keadaan bersemangat tentu akan berbeda sekali dengan state Anda ketika dalam keadaan frustasi. ada prinsipnya NLP di rancang untuk menjadikan kondisi /State kita yang terbaik.

State merupakan istilah yang sering ditemui dalam pembahasan NLP. State merujuk pada sejumlah proses neurological (gestalt of neurological processes) yang berlangsung pada diri seseorang yang terus berlangsung dari waktu ke waktu.

Sebuah state adalah gabungan dari kondisi fisik dan mental yang mendasari seseorang dalam berperilaku. Selain itu, state dimana seseorang berada adalah merupakan reaksi bawah sadar terhadap apa yang dialami saat itu.

State atau lengkapnya STATE OF MIND adalah keadaan menyeluruh antara tubuh dengan keadaan neurologisnya yang berupa pikiran, perasaan dan kecenderungan untuk bertindak bahkan tindakan.

State ini akan saling mempengaruhi dengan posisi tubuh, pikiran, perasaan dan tindakan yang dilakukan. Dalam NLP dikenal dalam sebuah asumsi atau presupotition,

Mind and Body Are One System yang artinya : pikiran dan badan adalah bagian dari sistem yang sama yang saling mempengaruhi satu sama lain. Apa yang terjadi dengan pikiran akan mempengaruhi badan jasmani.

Perhatikanlah raga orang yang sedang gembira, kecewa, marah, menahan geram, sedih, menangis, putus asa. Setiap state ternyata mempunyai kapling raganya masing-masing. Karena itu para aktor dan aktris professional mudah untuk mendapatkan state tertentu hanya dengan mengubah dan mengolah raga saja.

Terdapat dua hal penting yang dapat mempengaruhi state seseorang secara instant, yaitu:

  1. Physiology / Postur Tubuh

Dengan menyadari postur tubuh (kinestetik) pada waktu dimana seseorang berada dan melakukan penyesuaian atas postur tubuh tersebut maka akan merubah state orang tersebut dari stuck state menuju resourceful state.

  1. Internal Representation

Internal Representation adalah persepsi yang ada dalam pikiran seseorang mengenai “dunia luar” yang diwakilkan oleh gambar (visual), suara (auditory), perasaan (kinesthetic), penciuman (olfactory), dan pengecapan (gustatory). Dengan merubah internal representation dalam pikiran seseorang maka sebuah state juga dapat berubah secara cepat.

Selain mempengaruhi state, physiology dan internal representation juga saling mempengaruhi satu sama lain atau disebut dengan cybernetics loops.

Dalam NLP, state positif sering disebut sebagai Resource State (ketika orang merasa luar biasa dan memiliki pilihan-pilihan yang bersumber daya) dan state negatif sering disebut sebagai Stuck State (ketika orang sadar bahwa hanya tersedia sedikit pilihan atau bahkan tidak ada pilihan sama sekali).

Mengubah posisi tubuh akan mengubah state. Melakukan gerak akan mengubah state. Berolah raga mengubah state, menari mengubah state, berjoget mengubah state, yoga mengubah state, meditasi mengubah state, silat mengubah state, berdoa dan sholat mengubah state.

Mengatur pikiran akan mempengaruhi state. Memunculkan pikiran damai menghasilkanstate . Memunculkan pikiran rusuh menelurkan state. Mengendalikan pikiran sama dengan mengendalikan state.

Terserah Anda mau mulai dari mana. Anda dapat mengubah state dengan merasakan perasaan , menciptakan pikiran atau melakukan gerak tertentu.

Kesuksesan dan kebahagiaan seseorang sangat ditentukan oleh state orang tersebut pada waktu dimana ia sedang berada. Apabila ia berada dalam state yang bersumber daya maka mood-nya akan bagus dan dengan sendirinya apapun yang dilakukan oleh dirinya akan terasa mudah dan menyenangkan.

Percaya diri merupakan salah kunci keberhasilan atau kesuksesan. Di dalam NLP, percaya diri merupakan state.

State percaya diri dipengaruhi oleh 3 faktor:

  1. Postur tubuh
  2. Fokus
  3. Kata-kata

Untuk memiliki atau membangun rasa percaya diri, kita harus memiliki ketiga faktor tersebut. Postur tubuh bukan soal tinggi atau pendek, tegap atau tidak.

Melainkan pada postur tubuh bagaimana cara dia berdiri, duduk atau berjalan. Sedangkan fokus, kita harus mengarahkan pikiran pada hal-hal yang positif. Sementara pada kata-kata, pilihlah kata-kata yang positif. Kata-kata yang kita ucapkan akan menunjukkan siapa diri kita.

Contoh: orang yang membaca buku di tempat tidur akan mudah tertidur. Ini karena state-nya (berada di tempat tidur) menyenangkan untuk tidur.

Hal yang sama juga akan terjadi kalau postur tubuh kita sudah menunjukkan sikap tidak percaya diri (loyo, gugup atau ragu-ragu). Maka yang keluar dari tubuh kita dalam bentuk lainnya akan menjadi tidak percaya diri (state nya tidak percaya diri).

Setiap orang punya bekal untuk percaya diri, persoalannya adalah bagaimana mengeluarkannya. Ada orang yang melatihnya, ada yang tidak. Yang penting adalah cobalah berani untuk percaya diri.

State yang positif dan bersumber daya adalah pintu gerbang bagi setiap individu untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Orang yang dari bangun tidur telah memiliki state yang positif dan bersumber daya cenderung memiliki performa yang tinggi di hari itu.

Namun, bagi orang yang dari pagi sudah memiliki state yang tidak bagus maka kemungkinan besar akan menimbulkan mood yang jelek bagi orang tersebut dan perilaku yang ditimbulkan cenderung bergerak menjauhi kesuksesan dan kebahagiaan yang diinginkan.

Untuk melatih rasa percaya diri antara lain:

  1. Melakukan state of exelent. Mencari pada kondisi apa atau bagaimana anda merasa percaya diri. Misalnya, jika Anda seorang penyanyi, ambillah postur menyanyi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ambil spiritnya.
  2. Lakukan matching and mirroring. Seringkali kita tidak percaya diri saat berbicara dengan seseorang, apalagi dengan atasan atau orang yang baru dikenal. Mulailah pembicaraan dengan mencari kesamaan baik dalam gerakan, intonasi suara, gestur tubuh, mimik muka.

Seringkali kita mendapat respon yang negatif dari lingkungan sekitar, yang bisa mempengaruhi rasa percaya diri. Menghadapi kondisi seperti ini, tetaplah pertahankanstate. Mereka bisa benar bisa salah tentang diri Anda. Lakukan introspeksi. Tetap fokus pada hal-hal yang positif.

Perubahan Cepat dengan Swish Pattern NLP

Salah satu teknik yang efektif dan menyenangkan dalam NLP adalah Swish Pattern biasa di gunakan untuk merubah Prilaku yang kurang baik menuju prilaku yang di inginkan seperti mengganti kecanduan rokok,kurang Motivasi menjadi termotivasi menggigit kuku,ketakutan berbicara di depan umum dan yang lainya.

Swish pattern adalah sebuah  cara atau teknik untuk  menganti prilaku lama ke prilaku baru yang di inginkan.

bagaiman teknik swish patern bekerja ? 

Oke saat ini sebuatkan makanan Favorit anda ? bayangkan orang yang anda cintai ?

setiap tindakan perasaan pasti ada pemicu awalnya seperti orang yang sudah kecanduan rokok ketika ia berkumpul dengan teman teman perokok melihat rokok biasanya tidak tahan untuk segera merokok,seperti seseorang yang takut berbicara di depan umum ketakutan muncul ketika di minta berdiri di panggung atau memegang mic hal ini menjadi pemicu munculnya rasa grogi.

Pemicu awal tersebut bisa berupa gambar (Visual) bisa juga Suara (Audiotori) atau sentuhan ( Kinestetik) coba ingat ingat kebiasaan apa yang selama anda miliki dan apa pemicunya ?

Atau anda juga pernah merasa begitu marah ketika anda ingat wajah orang yang pernah menyakiti anda ? bisa saja ini sebuah presepsi aja loch,tapi hal ini biasanya sangat mengganggu.

Swish Patern

Dengan teknik ini kita mengganti prilaku lama yang sudah ter intall dalam pikiran bawah sadar dengan prilaku baru dengan cara bawah sadar juga,karna pada rinsipnya kebiasan yang sudah masuk dalam pikiran bawah sadar akan susah di ganti kecuali dengan cara tertentu salah satunya dengan teknik Swish patern.

Beberapa langkah yang perlu di perhatikan dalam teknik ini 

  • Memilih Pemicu Prilaku atau Trigger bisa berupa gambar,Suara atau kinesthetic (Perasaan) misalnya ketika anda di minta untuk presentasi atau berbicara di depan umum perasaan kurang nyaman lalu muncul dan menjadikan perut anda mules. Ini sangat penting karna setiap diri berbeda beda pemicu awalnya meskipun bisa saja kejadianya sama
  • Membuat gambar secara menyeluruh yaitu memperhatikan Sub modalitas seperti terang redupnya gambar,besar kecil dst lalu tentukan prilaku baru yang di inginakan lalu melakukan Switching

Berikut langkah demi langkah melakukan teknik Swish patern secara Visual 

Tentukan Prilaku yang ingin di Ubah

  1. Buat Gambar secara Asosiasi rasakan secara langsung prilaku tersebut cari Submodalitas dari hal tersebut yang paling mempengaruhi gambar pemicu,msalnya kecerahan dan ukuran gambar tersebut,untuk mempermudah penjelasan saya sebut ini gambar #1 
  2. Break State (bisa ngobrol yang lain dari tema,ngopi atau yang lainya)
  3. Buat gambar yang di inginkan yang bersifat Dissociate (jadi penonton) prilaku yang di inginkan untuk mempermudah di sebut gambar #2
  4. Cek Ekologis apakah ada penolakan ketika membayangkan gambar yang di Inginkan
  5. Buat gambar bingkai yang kosong lalu isi dengan gambar yang ingin di Ubah #1 dengan gambar penuh dan besar,kemudian letakan gambar yang di Inginkan Gambar #2 dalam bentuk kecil dan letakan di dalam pojok bingkai
  6. Setelah kedua gambar di letakan dalam bingkai lakukan proses Swish dengan cara gambar #1 Memudar dan mengecil sedangkan gambar 2 mulai bergerak membesar dan di perjelas boleh di tambah suara Wush,..lakukan berulang kali
  7. Nikmati sejenak gambar baru yang di inginkan,setelah itu kosongkan bingkai
  8. Ulangi Prosesnya.

Lakukan pengujian dan bersikap Fleksible.

Teknik ini cukup efektif jika dilakukan dengan cara berulang-ulang, hingga otak seolah-olah diberikan program baru dalam memprogram sebuah ide, informasi, atau ingatan agar berubah seperti yang kita inginkan. Dengan perubahan ini tentunya juga akan berdampak pada perubahan perilaku yang kita inginkan selamat memperaktekanya.

 

Circle Of Excellent NLP

Dengan teknik ini kita bisa meningkatkan rasa PD,lebih berdaya dan meng akses sumber daya yang lain,dimana kita bisa memodel pengalaman prestasi masa lalu.

kita juga bisa memasukan Sumber daya yang di butuhkan dengan memodel orang lain misalkan saya pribadi memodel Tung Desem Waringin motivator yang cukup heboh ketika memberikan seminar untuk mengintall rasa PD.

Circle Of Excellent adalah teknik NLP Anchor untuk memunculkan seluruh SUMBERDAYA

misalkan rasa  kurang percaya diri, sehingga dirinya menjadi merasa berdaya dan mampu melihat masa depan dengan penuh percaya diri,Untuk dapat membuat Circle of Excellence ini dapat Anda ikuti langkah-langkah mudahnya di bawah ini :

  1. Tetapkan state yang ingin dirubah (misalnya : malas dirubah menjadi semangat).
  2. Cari Excellence State yang pernah dimiliki,
  3. jika merasa tidak ada bisa mencari model orang lain misalkan guru anda teman anda yang memiliki State tersebut.(libatkan panca indera di dalamnya).
  4. Bayangkan sebuah lingkaran berada di depan Anda. Anda dapat memberikan warna favorite pada lingkaran tersebut, bahkan Anda dapat membuatnya menjadi bercahaya bila Anda suka.
  5. Bayangkan diri Anda ketika Anda berada dalam Excellence State pada lingkaran tersebut.
  6. Setelah semua terlihat, terdengar dan juga terasa dengan jelas masuklah ke dalam lingkaran tersebut secara perlahan nikmati dan rasakan seakan akan sumber daya yang di butuhkan masuk kedalam diri anda.
  7. Ketika berada di dalam lingkaran tersebut lihat – dengar dan rasakan dengan seksama perubahan yang terjadi di dalam diri Anda ketika semangat tersebut menyatu di dalam diri Anda.
  8. Setelah Anda dapat merasakan seluruh kondisi semangat tersebut menyatu dengan diri Anda,buat anchor Anda dapat keluar dari lingkaran tersebut dan tes.
  9. Picu ancor dan Future Pacing (Test)

Anda bisa mengulanginya beberapa kali untuk mendapatkan hasil maksimal.  Pengembangan Circle Of Excellent lebih lanjut (tingkat advance) adalah DTI

 

Membuka Kunci Motivasi Meta Program NLP

Salah satu pembahasan dalam program pelatih NLP adalah pembahasan tentang Meta Program Filter pikiran ketika mengelola informasi.

dengan mengusai Meta program NLP  kita akan sangat efektif mengetahui gaya atau sumber Motivasi diri sendiri maupun orang lain.

Pernahkah begitu susah meminta anak anak  untuk belajar maupun mandi ? Pernah merasa begitu prustasi karna karyawan anda susah di motivasi ? padahal sudah di peringatkan berkali kali  Atau menemukan diri begitu termotivasi di hal tertentu tapi begitu malas mengerjakan hal lain.

Meta program adalah cara untuk meningkatkan kesadaran diri dan lebih memahami orang-orang di sekitar,kita dapat menggunakannya untuk memperbaiki cara Anda berkomunikasi dengan diri sendiri maupun orang lain,untuk membantu meningkatkan efektivitas ketika berkomunikasi atau berbisnis dengan orang lain.

Secara umum Meta program NLP  merupakan filter persepsi manusia yang mengatur :

  • (Perhatian)  Apa yang menjadi fokus perhatian ketika menerima informasi
  • Sortir (Menyusun) Bagaimana manusia menyusun /mensortir informasi yang di terima
  • Memprores Informasi Bagaimana manusia memproses setiap informasi

Menggunakan bahasa (kata-kata) yang sesuai dengan metaprogram seseorang akan mempermudah seseorang itu untuk mengerti dan menerima kata-kata kita. mempercepat proses dan kekuatan pada motivasi dan pengambilan keputusannya.

Meta program NLP merupakan suatu filter dalam pikiran manusia yang akan membentuk mental map, pola internal yang menentukan bagaimana seeorang membentuk representational system dan mempengaruhi prilakunya.

Mihaly Csikszentmihalyi, seorang ahli Biologi dari Hungaria menuliskan fakta-fakta menarik tentang stimulus yang masuk kepada diri manusia, informasi yang tangkap oleh panca indera

dalam bukunya Flow (1990): The Psychology of Optimal Experience, terbitanNew York: Harper and Row; ISBN 0-06-092043-2.

Beliau mengungkapkan bahwa sebagai manusia, kita terus-menerus mengambil informasi melalui panca indra kita dan memprosesnya pada tingkat rata-rata sekitar 2 juta bit informasi per detik.

Sebagian besar penyerapan informasi ini dan asimilasinya berlangsung secara tidak sadar. Sadar mencoba untuk memproses semua informasi ini mungkin menyenangkan, tapi itu pasti akan berat bagi otak kita.

Oleh karena itu sistem saraf kita melakukan pemfilteran terhadap informasi yang masuk dalam rangka untuk melihat dan memanfaatkan informasi yang relevan,dalam NLP salah satu Filter tersebut di sebut Meta Program yang menyaring Informasi agar pikiran tidak terjadi Hang atau eror.

meta program bukanlah suatu sifat yang melekat pada seorang manusia secara terus menerus. Suatu metaprogram dalam konteks dunia kerja belum sama pada konteks saat di rumah.

Contoh ketika urusan keluarga saya adalah tipe di mana menghindari Resiko sehingga saya akan sangat hati hati ketika mengambil keputusan berkaitan dengan keluarga. Tapi di dalam pekerjaan saya adalah tipe yang mengejar resiko,merasa tertantang dengan resiko resiko yang di hadapi.

Mengetahui metaprogram diri sendiri akan membantu kita untuk memperbaiki motivasi kita, sehingga kita bisa memicu motivasi kapanpun kita inginkan.

Meta program ini terbentuk dari pikiran dan perasaan yang muncul dalam diri kita secara berulang-ulang.

Memahami Meta program adalah prasyarat mutlak bagi konselor, motivator, HRD, pengusaha, atasan dan siapa saja yang ingin melakukan profiling baik dalam rangka mencari solusi terhadap masalah seseorang, membangkitkan semangat dan prestasi, dan lain sebagainya.

Dalam literatur dikenal ada puluhan meta program. Setidaknya menurut Michael Hall ada 60 meta program dari hasil penelitiannya. Namun, kita coba melihatnya dari Rodger Bailey yang melakukan riset secara empiris dan universal, yang dinamakan LAB (Language and Behaviour) Profile.

Adapun yang menjadi perhatiannya adalah struktur bahasa (language structure) seseorang. Marilah kita simak beberapa meta program :

1. Metaprogram Tingkatan Motivasi 
Merupakan metaprogram yang berhubungan dengan tindakan, bagaimana tingkat motivasi seseorang. Diukur dengan cara memperhatikan apakah seseorang itu Proaktif atau Reaktif.

Jika seseorang Proaktif maka itu menunjukkan dirinya akan berprilaku tanpa menunggu adanya stimulus luar yang mendahuluinya. Sedangkan reaktif adalah sebaliknya.

2. Metaprogram Arahan Motivasi 
Merupakan metaprogram yang menjelaskan bagaimana arah motivasi seseorang. Dibedakan dengan cara arah menuju (Toward) atau arah menghindari (Away). Seseoang dengan metaprogram Toward menunjukkan arah motivasinya cenderung menuju kearah tertentu, misal seseorang termotivasi karena ia mengejar keuntungan.

Sedangkan Away adalah metaprogram yang menunjukkan arah fokus orang yang menghindari sesuatu, misal seseorang menjadi termotivasi membeli komputer karena ingin menghindari ketinggalan jaman.

Program 
Mendekati : Termotivasi Untuk mencapai Tujuan (Hal yang di inginkan)
Menjauhi    : Termotivasi untuk menghindari masalah (hal yang tidak di inginkan )

Kata yang Memotivasi 
Mendekati :Memiliki,memperoleh,menjaga,keuntungan (kata – kata mendapatkan)
Menjauhi    :Mencegah,menghindari,tidak harus (kata kata yang menghindari resiko)

3. Metaprogram Sumber / Standar Tindakan 
Merupakan metaprogram yang menunjukkan standar-standar yang dianut seseorang sebagai sumber motivasi. Dibedakan dalam 2 standar yakni Internal dan External.

Seorang dengan metaprogram Internal akan mengambil keputusan berdasarkan sumber standar/nilai-nilai dari dalam dirinya. Sedangkan seorang dengan metaprogram Internal akan mengambil keputusan berdasarkan sumber standar/nilai-nilai dari dalam dirinya.

Program 
Internal        : Termotivasi untuk memutuskan berdasarkan standar di dalam dirinya.
Eksternal     : Termotivasi bila ada respon dari orang lain

Kata yang Memotivasi 
Internal        : Anda perlu mempertimbangkanya,Hanya anda yang bisa memutuskanya.
Eksternal     : saya sangat merekomendasikanya,Banyak orang telah memekainya,sudah banyak yang merasakan manfaatnya.

4. Metaprogram Landasan / Pola Kerja 
Merupakan metaprogram yang mencerminkan pola kerja seseorang yang melandasi motivasinya. Dibedakan dalam 2 landasan, Opsi dan Prosedur. Orang dengan metaprogram Prosedur lebih suka melandasi pola kerjanya berdasarkan prosedur baku. Sementara itu orang dengan metaprogram opsi suka diberikan alternatif dalam pola kerjanya.

Program 
Opsional       : Termotivasi untuk mengembangkan dan menciptakan system serta prosedur,kesulitan mengikuti kesuluruhan prosedur.

Prosedural   : Termotivasi untuk mengikuti cara cara yang sudah terbukti,Bingung bila tidak ada prosedur yang di jalankan

Kata yang Memotivasi
Opsional    : Kesempatan,variasi,Alternatif,pilihan dll (kebebesan untuk ber ekspresi)
Prosedural : Sudah ada Prosedurnya,caranya adalah…,konsisten,tinggal ikuti,sudah terbukti.(kepastian dan teratur)

5. Metaprogram Faktor Motivasi 
Merupakan metaprogram seseorang dalam menentukan faktor pembuatan perbandingan atas sesuatu. Ada tiga macam : persamaan, perbedaan dan persamaan dengan perbedaan.

Orang dengan metaprogram Persamaan, akan cenderung membandingkan dalam faktor-faktor persamaannya. Orang dengan metaprogram Perbedaan, akan cenderung membandingkan / mencari perbedaan. Orang dengan metaprogram Persamaan dalam Perbedaan, akan cenderung mencari Persamaan lantas membuat Perkecualiannya.

Program 
Persamaan  : Mereka termotivasi untuk tetap tinggal pada situasi yang sama.
Persamaan dengan Pengecualian :
Mereka termotivasi untuk berubah seiring dengan perjalanan waktu
Perbedaan  : mereka termotivasi untuk berubah secara Drastis dan cepat

Kata kata yang Memotivasi 
Persamaan : Persis sama,tidak ada perubahan,tetap,sama
Persamaan dengan Kekeculiaan : Progresif,tumbuh pelan – pelan,berkemabang maju
Perpedaan : Benar – benar beda,tidak seperti lainya,unik,berubah total.

Meta program memberi alat dahsyat untuk berkomuniasi dan menghadapi orang lain.

Akan tetapi masih banyak meta program yang lain yang tidak didiskusikan di sini, cobalah kenali berbagai meta program lain yang bisa ditemukan di sekitar anda.

 

Pola Bahasa Predicates Yang Efektif dengan NLP

Pola Bahasa Predicates Yang Efektif dengan NLP

Bahasa adalah salah satu untuk mendeteksi Preferred system (reverensi yang lebih dominan ) yang sedang di gunakan seseorang dalam kesadaranya

kalimat yang di gunakan dapat menunjukan Preferred system atau reverensi yang dominan,dengan memahami hal ini tentunya kita akan lebih mudah membangun hubungan/raport dengan menyamakan predikat yang di gunakan oleh lawan bicara kita.

Ilustrasi sederhanya jika saat ini kita orang jawa kita akan lebih mudah memahami bahasa jawa bukan ? Terus anda ketemu orang bule,anda ngomong pake bahasa jawa kira kira apa yang di rasakan oleh orang bule itu ?

bisa saja ia paham karna sudah belajar namun dia akan berpikir keras untuk memahaminya.Namun jika anda mahir memakai bahasa Ingris dan bicara kepada orang bule pastinya akan lebih akrab.

Begitu pula dalam komunikasi keseharian kita punya kecendrungan menggunakan predikat bahasa yang dominan kita miliki.

Untuk membangun keakraban kita perlu memahami predikat bahasa yang dominan orang lain gunakan.

Contoh Seseorang memasuki sebuah ruangan namun akan Fokus dan memilih Predikat kata mana yang akan mewakili referensinya.

  • Ruangan ini Terang sekali ( Visual)
  • Ruangan ini hening sekali ( Auditory)
  • Ruangan ini dingin sekali ( KInestetic)

Predikat merupakan kata –kata frase ( Kata kerja,kata sifat,kata keterangan ) yang cendrung di gunakan manusia dalam mempresentasikan apa yang ada dalam pikiranya dan umumnya mengandung preference system.

Preference system dapat di kenali dengan memperhatikan predikat yang di gunakan.

Visual (V) 

Melihat,Terang,Jelas,Fokus,Warnawarni,Cerah,Buram,Membayangkan,Melukiskan,dll

Audiotory (A)  

Suara,Brisik,Bising,Hening,Merdu,Mendengarkan,panggilan,Gaduh,teriaan dll

Kinestetic (K) 

Sentuh,kasar,halus,pedih,keras,mulus,santai,rileks dll

Olfactory (O) 

Bau,Wangi,semerbak,menyengat,busuk, dll

Gustory (G)  

Rasa,pedas,manis,pahit,asem,kecut,tawar,dll

Contoh kalimat yang mencerminkan Reperensi :

Kinestetic

Aku merasa kesal dengan anak – anaku setiap aku pulang kerja dalam kondisi,namun mereka masih saja memintaku untuk melakukan ini itu,seharusnya mereka menyambut saya dan memijatku.

Orang Visual lebih Fokus apa yang di lihat

Setiap kali saya pulang kerumah melihat semuanya berantakan,anak – anaku benar – benar membuat rumah ini seperti kapal pecah,seandanya mereka mau merapikan setelah bermain mungkin rumah ini akan kelihatan lebih indah.

Orang Audiotory

Setiap kali pulang kerumah saya selalu merasa terganggu dengan suara teriakan – teriakan anaku kadang mereka merengek menangis suaranya itu loch sangat mengganggu membuatku semakin stress,senandainya mereka mau memahamiku dengan tanpa perlu berteriak – teriak mungkin saya bisa mer istriahat dengan lebih santai sambil mendengarkan music kesukaanku.

Mungkin maksud yang di utarakan sama namun apa yang di Fokuskan berbeda tergantung reverensi dominan yang ada pada masing – masing kita,dengan memahami reverensi diri dan lawan bicara kita akan sangat mempermudah komunikasi menjalin keakaraban,

memberikan masukan dalam berkomunikasi kita lebih cendurng menggunakan reverensi kita,jika lawan bicara kita sama hal ini yang akan mudah menjalin keakraban,jika berbeda kita perlu menyesuikanya sehingga akan lebih mudah masuk kedunia mereka.

Dengan kata lain, orang yang bertipe Visual cenderung menggunakan kata-kata gambar, yang bertipe Auditori memilih kata-kata suara, dan yang bertipe Kinestetik memilih kata-kata fisik.

Mengenali indera utama mana yang diandalkan sesama anda untuk mengalami dunia lalu menggunakan informasi tersebut dalam berurusan dengan mereka -entah pribadi, profesional, atau sosial – bisa sangat mempengaruhi bagaimana tanggapan mereka terhadap anda.

Entah bertipe Visual, Auditori, atau Kinestetik, sinyal-sinyal mereka itu ada, untuk kita tafsirkan dan kita gunakan dalam membangun simpati atau untuk mengembangkan komunikasi dengan cara Matching Predicates.

MATCHING PREDICATES

Pernahkah kita berbincang – bincang namun beda bahasa ? misalkan anda di ajak ngobrol orang bule pake bahasa yang berbeda meskipun anda paham apa yang di ucapkan terkadang kita perlu berpikir keras untuk mencernanya karna beda bahasa,begitu pula agar komunikasi kita mudah di pahami kita perlu belajar bagaimana menyamaan predicate klien atau lawan bicara sehingga apa yang di sampaikan mudah di mengerti,

karna kecendrungan kita berbicara menggunakan reverensi yang kita miliki misal kita orang Visual kita cendrung memakai bahasa visual teryata lawan bicara kita tipe Audiotry/kinestetik sebab itu kita butuh menyesuaikan lawan bicara bertemu dengan orang kinestetik gunakan sesuaikan Kinestetik Audiotory sesuaikan dengan bahasa Auditry sehingga mudah di terima.Apa yang kita lakukan itu di sebut dengan Matching Predikat.

Contoh :

Maksud      :saya tahu apa maksudmu

Kinestetik  :saya dapat MERASAKANnya.

Visual         :saya bisa MEMBAYANGKANnya

Auditori     :saya MENYIMAK apa yang anda katakan.

Maksud     :Informasi Masih di ragukan

Kinestetik :Saya belum bisa merasakan kebenaranya.

Visual        :Informasi itu masih samar.

Audiotory :Kenengaranya informasi itu belum jelas.

Langkah – langkah untuk Mengendifikasi system Reverensi :

Dengarkan kalimat yang di utarakan oleh lawan bicara anda.

Kenali Predikat yang di pakai.

Indefikasi system reverensi mana yang sering di pakai (V,A atau K) .

Selamat Berlatih semoga memberikan Manfaat dan rasakan keajaiban komunikasi,dan menjadikan diri anda komunikasi anda lebih efektif.

Belajar NLP belajar Komunikasi,.

Anchor NLP Jangkar Emosi

Anchor NLP Jangkar Emosi

Anchor NLP – Penjangkaran Emosi Pembahasan wajib dalam belajar  NLP, kenapa ? pastinya karna manfaatnya yang power full

sebelum saya membahas lebih lanjut,anda boleh meng ingat ingat dengan pertanyaan yang saya ajukan

Pernahkan  anda berusaha menghindar untuk bertemu seseorang,karna ketika ketemu orang tersebut emosi anda kurang nyaman ? atau sebaliknya anda ingin sering ketemu seseorang,karna setiap kali ketemu ada sensasi perasaan yang tak terlukiskan ?

Pernahkah anda ketika mendengarkan sebuah lagu,lalu seakan akan pikiran anda melayang ke masa lalu ?

Pernahkan ketika anda merasakan sebuah masakan tertentu menjadikan anda ingat kepada masakan ibu anda ?

Anchor dalam NLP adalah suatu hal yang jika terjadi akan memicu suatu perasaan atau emosi tertentu. Dalam istilah psikologi klasik, anchor adalah suatu stimulus yang memicu reaksi khusus.

Anchor dapat terjadi dengan sendirinya (alami), dapat pula di ciptakan secara sengaja,jika di ibaratkan Anchor adalah tombol “ON” yang memicu sebuah emosi dan prilaku tertentu.

Di sekeliling kita ada banyak contoh anchor yang mempengaruhi keadaan emosi kita,Sebuah senyuman adalah contoh sederhana dari visual anchor, Ketika orang lain tersenyum kepada kita kecendrungan kita merasa nyaman dan kitapun membalas senyuman. senyum orang lain membuat On rasa nyaman kita.

contoh kinesthetic anchor seperti suatu perasaan bahagia pada saat ketemu dengan orang yang dicintai,
auditory anchor ketika kita mendengarkan sebuah lagu tertentu jadi ingat mantan hehe..

Olfactory anchor,Banyak orang yang teringat kembali ke kenangan masa kecilnya ketika mencium bau tanah setelah hujan atau wangi parfum merek tertentu yang mengingatkan pada orang yang kita cintai, dan lain sebagainya.

Sedangkan anchor yang terakhir disebut dengan gustatory anchor yaitu suatu anchor yang bekerja berdasarkan rasa yang dicecap oleh lidah kita. Misalnya, makanan tertentu kita jadi ingat masakan ibu.

Secara sederhana anchor dapat dikatakan sebagai jangkar atau tombol On , yaitu suatu jangkar emosi yang memiliki muatan emosi positif atau negatif dimana seseorang “seolah-olah” mengalami kembali (asosiasi) suatu pengalaman pada saat suatu pemicu diaktifkan

Ancor dapat diciptakan dengan cara memberikan stimulus pada salah satu atau lebih dari kelima indra (VAKOG) kita untuk memicu terbentuknya mental map. Jadi anchor dapat berbentuk misal : suatu kata (auditorial) gerakan (kinestetik/visual), simbol (visual), sentuhan (kinestetik), bau (kinestetik).

Anchor NLPNLP ANCHORING

Dengan NLP anchor diciptakan dengan cara membawa seseorang mengalami emosi puncak tertentu (rasa takut, gembira, cemas, ngeri, dll).

Pada saat puncaknya, kita melakukan suatu suatu tindakan tertentu, misal mengucapkan kata tertentu / gerakan anggota tubuh tertentu / menunjuk simbol tertetu / memberikan sentuhan di tempat tertentu sehingga memunculkan emosi yang di harapkan resourceful anchor atau anchor positif yang bersumber daya, misalnya: anchor motivasi.

Ada kalanya anchor negatif juga digunakan dalam beberapa teknik NLP untuk membantu mengatasi masalah yang sedang dialami oleh klien, salah satu contohnya adalah collapsing anchor dimana anchor positif “diadu” dengan anchor negatif. Atau dalam teknik changing personal history, disini beberapa anchor negatif justru dengan sengaja dipasang dan digunakan untuk mengatasi problem yang dialami klien.

Anchor merupakan salah satu tool NLP yang sangat bermanfaat untuk merubah state seseorang.

Yang perlu Anda perhatikan saat melakukan anchoring adalah:

  • Kondisi murni keadaan selaras ‘purity of state’. Bukan keadaan yang campur aduk, itumixed state.
  • Intensitas pengalaman Anda lebih tajam dan kuat
  • Saat melakukan anchoring perhatikan timmingnya.
  • Gunakan keunikan sentuhan. Berhati-hatilah saat menyentuh, mintalah ijin sehingga tidak membuat klien risi atau terganggu

Anda perlu mempergunakan anchor yang sama saat anchoring, duplication, sentuhan dengan cara yang sama dan diposisi yang sama

Anchor Lakukan hal itu beberapa kali dengan harapan ketika Anda mengaktifkan anchor Anda, secara simultan perasaan yang Anda harapkan akan muncul seketika, seperti menekan tombol saklar untuk menghidupkan lampu.

Anchor dalam NLP dapat dibentuk dengan stimulus V.A.K.O.G. , umumnya anchor Kinesthetic merupakan stimulus yang paling mudah diakses oleh manusia.

Anda bisa menggunakan teknik ini pada diri sendiri ataupun anchor untuk orang lain. Namun ada satu syarat untuk menganchor orang lain, yaitu anda harus kuasai teknik kalibrasi. Karena Anda tidak tahu siapa yang Anda anchor, kapan waktu yang tepat untuk menganchor dan seberapa efektif anchor Anda.

Meta Model Generalization

Meta Model Generalization dimana sebuah informasi disampaikan dengan DISAMARKAN dalam bentuk PENYAMARATAAN, seolah-olah satu hal berlaku untuk berbagai atau semua hal lain

Dengan generalisasi satu atau beberapa pengalaman, kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan pada pengalaman yang berbeda. Kita belajar untuk mengendarai mobil tertentu, dan kemudian menggunakan pengalaman itu untuk mengemudikan mobil yang berbeda. Jika kita tidak mampu melakukan generalisasi, kita harus belajar mengemudi mulai dari awal lagi.

Meta Model Universal Quantifier

Informasi yang menyamaratakan atau memukul rata sebagian data yang dianggap mewakili keseluruhan data lainnya.

Penyamarataan pembilang (universal quantifier)

Berulang ,Selalu, setiap orang, banyak orang, terus menerus, sering kali

Berlebihan,setiap waktu, setiap menit, setiap periode

Kontra produktif  dapatkah Anda pikir dari waktu yang ada dan itu tidak terjadi?

  • Dia tidak pernah peduli. [Sejak kapan? Tidak pernah?]
  • Kita selalu gagal. [Selalu?]
  • Setiap hari kita bertemu tetapi pesan itu tidak sampai. [Setiap hari?]
  • Setiap siang kami makan di kantin. [Benarkah? Selalu?]
  • Semuanya mendapat nilai merah! [Adakah yang hitam?]
  • Setiap warga negara wajib kena pajak. [Siapa yang tidak?]

Meta Model Modal Operator

Informasi yang seolah membuat suatu hal menjadi sebuah keharusan atau kemendesakan, tanpa diketahui sebabnya.

Harus, wajib, musti, diperlukan, dibutuhkan

  • Kita harus bisa! Kita bisa melakukannya. Harus! [Bisa apa? Bagiamana caranga?]
  • Mereka tidak boleh tahu! [Bagaimana kalau mereka tahu? Dari mana?]
  • Jangan katakan lagi! [Kalau dikatakan lagi bagaimana? Apa akibatnya?]
  • Saya harus tunjukan yang terbaik. [Apakah sekarang belum?]
  • Saya seharusnya sudah pergi, tapi saya tidak bisa. [Apa yang menyebabkan Anda tidak bisa?]
  • Anda bisa lakukan secara bersama. [Bagaimana bila tidak?]

Meta Model Lost Performative

Informasi yang seolah dilontarkan dari figur otoritas, biasanya keyakinan turun-temurun, yang tidak jelas sumber asalnya

Rumus dari kata-kata ini adalah OPINI + Sesuatu yang memalukan atau tidak ingin diketahui siapa pelakuknya karena dirasa bisa menimbulkan dampak yang tidak mengenakan si pelaku. Kalimat ini biasanya dipakai oleh pembicara yang merasa dirinya memiliki authority lebih tinggi dibanding orang yang diajak berbicara.

Seleranya payah! [Selera siapa? Menurut siapa?]

  • Ini ide bodoh! [Ide siapa? Siapa yang menilai?]
  • Terlambat?! [Siapa yang terlambat?]
  • Saya tidak pandai bergaul. [Bergaul dengan siapa? Kata siapa?]
  • Saya lambat sekali dalam belajar. [Kata siapa? Siapa yang cepat menurut Anda?]
  • Antara hidup dan mati. [Siapa yang hidup dan siapa yang mati, apa yang dilakukannya?]
  • Hanya ada 2 pilihan, Dia atau aku? [Atas dasar?]

Meta Model Generalization

MENGGUNAKANNYA DENGAN BIJAK

Berhati-hatilah dalam mempergunakan META MODEL, hilangkan kesan INTEROGRASI dan ubahlah menjadi perbincangan dengan selalu mengedepankan hubungan baik atau membangun rapport,

Jika Anda perhatikan kumpulan pola kalimat di atas, sesungguhnya bisa kita simpulkan bahwa satu pola MELIBATKAN pola lain. Ada kalanya sebuah kalimat memiliki unsur deletion, di saat yang bersamaan memiliki unsur distortion dan generalization.

Yang terpenting bukan mengetahui pola pelanggarannya secara teori, melainkan memahami esensi di balik kalimat yang diucapkan klien, ada informasi apa yang hilang disana yang Anda ingin ketahui lebih dalam.

Tanya diri Anda apakah informasi itu sudah cukup spesifik untuk Anda pahami? Apakah Anda masih harus mengklarifikasinya karena kalimat itu masih perlu diuji? Apa yang Anda ingin lakukan kemudian, membuka model dunia klien untuk apa dan dengan cara bagaimana? Semua kembali pada tujuan dasar Anda melakukan komunikasi dengan orang tersebut

Semangat Belajar NLP

Meta Model Distortion (ketidaksesuaian)

Meta Model Distortion (ketidaksesuaian)

Meta Model Distortion dimana sebuah informasi MENYIMPANG pemaknaannya, apa yang disampaikan berpotensi menciptakan makna tersendiri yang lain meski kenyataannya mungkin tidak begitu

Ketidakjelasan dan penyimpangan makna bisa menyebabkan kebingungan yang ujungnya pada gagalnya komunikasi karena si penyampai dan si penerima mendapati makna yang berbeda.

Untuk itulah maka perlu bagi si penerima menanyakan kejelasan maksud dari kalimat yang disampaikan oleh si pembicara.

Nominalization

Informasi yang disampaikan seolah membuat sebuah proses perilaku menjadi seperti ‘benda’ mati yang kaku. Dalam pembedaan atau normalization perlu diungkap:

AKTOR dan AKSI. Pembedaan dilakukan oleh si pembicara agar menjadi mudah dimengerti, tetapi sejatinya kata-kata ini bukan benda yang bisa disentuh atau dikantongi; Kata abstrak dan berbentuk konsep maka perlu diungkap agar menjadi jelas, siapa aktor dan tindakannya.

Siapa pelakunya? Bagaimana aksi atau tindakan yang dimaksud dan apa dampaknya?

  • Hubungan kami semakin hari semakin memburuk. [Buruk? Maksudnya memburuk?]
  • Kebahagiaannya semakin berkurang sejak dia pergi. [Bahagia=Kebahagiaan, Perasaan bahagia?]
  • Ini membingungkan! [Bingung = Membingungkan, Maksudnya?]
  • Kesombongannya semakin terlihat saat dia dipromosikan. [Sombong = kesombongan]
  • Kekerasan sikapnya menjadikan dirinya semakin dijauhi banyak orang. [Keras = Kekerasan sikap?]

Bertanya demikian akan membuat kita keluar dari unconscious untuk kemudian secara sadar mengevaluasi kembali proses yang sebenarnya terjadi.

Mind Reading

Informasi yang disampaikan seolah dengan membaca pikiran atau persepsi orang lain.

  • Anda membuat saya malu. [Apakah yang dilakukannya memalukan buat orang lain?]
  • Maaf telah membuat Anda kecewa. [Kecewa, apa nya? Bagaimana?]
  • Dia pikir dengan ditutup pintunya, kerahasiaan menjadi terjamin? [Menurut Anda? Atau?]
  • Anda segar sekali? Wow? [Apakah begitu?]
  • Anda sedang banyak masalah? [Kata siapa?]
  • Orang Jepang sedang sibuk, pusing dan banyak masalah. [Bagaimana? Maksudmu?]

Tanpa Meta Model, pernyataan di atas sama sekali tidak mencerminkan apa yang sebenarnya ada dalam pikiran dan perasaan orang lain, melainkan hanya mencerminkan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kita sendiri.

Sebab & Akibat (cause & effect)

Informasi yang menyiratkan ada keterhubungan dari suatu hal yang menyebabkan hal lain terjadi,Menyakini bahwa sesuatu terjadi oleh hukum sebab akibat.

  • Dia membuat saya marah. [Bagaimana ceritanya?]
  • Dia menjadi loyo setelah bertemu dengan atasannya. [Koq bisa? Apa sebabnya?]
  • Ketika dia tersenyum, saya malah menjadi bingung. [Apa sebabnya?]
  • Saya merasa bersalah telah membuatnya sakit. [Apa yang Anda lakukan?]
  • Suaranya hilang setelah ikut OB. [Bagaimana bisa hilang?]
  • Mesin buatan China itu gampang rusak. [Bagian mana yang gampang rusak? Sebabnya?]
  • Kalau panas pasti rusak. [Tepatnya apa sebabnya?]

Respon seperti akan mengajak lawan bicara kita untuk memperluas kerangka berpikir mereka sekaligus memberdayakannya guna bertanggung jawab terhadap pikiran, perasaan, dan respon mereka sendiri.

Complex of Equivalence

Informasi yang disampaikan dengan melibatkan dua hal yang seolah ada hubungannya padahal keduanya belum tentu memiliki keterhubungan satu sama lain.

Contoh: “Dia tidak pernah memberi saya bunga lagi, dia tidak mencintai saya lagi.”

Analisa: Apa hubungannya antara memberi bunga dengan cinta? Apakah cinta harus selalu disimbolkan dengan bunga? Bagaimana jika ia menggantinya dengan hal lain kali ini?

Wajahnya tampak memerah. Dia pasti sedang marah.

Kamu datang terlambat. Kamu tidak peduli dengan saya.

Secara lebih terstruktur, kalimat di atas bisa dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

Wajah memerah   = marah

Datang terlambat = tidak peduli

Benarkah demikian? Apakah pasti seseorang yang wajahnya memerah pasti sedang marah? Apakah pasti pula datang terlambat berarti ketidakpedulian? Tentu tidak, bukan?

Menghadapi model seperti ini, kita bisa melakukan Meta Model dengan bertanya:

  • Bagaimana persisnya datang terlambat bisa berarti tidak peduli?
  • Adakah orang yang wajahnya memerah tapi tidak sedang marah?

Pertanyaan seperti ini akan menggiring kita untuk memperluas khasanah pemikiran kita akan makna dari suatu kejadian.

Saya percaya bahwa seseorang yang tidak berani membuat kontak mata berarti dia memiliki sesuatu yang disembunyikan.

  • Bisa jadi ya memang ada yang disembunyikan bisa jadi dia malu?
  • Atas dasar apa Anda berpendapat dia menyembunyikan sesuatu?
  • Apakah Anda tahu hal itu atau hanya dugaan saja?
  • Boleh ceritakan apa pendapat Anda?

sampai saat ini kita paham dari pernyataan yang kita sampaikan teryata bisa saja bukan maksud dan tujuan yang sebenarnya Meta Model Distortion

sangat asik kan belajar NLP ?