Memperluas Sudut Pandang dengan Perceptual Position NLP

Perceptual Position NLP sebuah teknik untuk memperluas sudut pandang dan memperluas presepsi dalam komunikasi.

Pernahkah anda dengan mudah dan entengnya memberikan nasehat,masukan kepada orang lain berkaitan dengan masalah yang sedang di hadapi ?

Kamu seharusnya,…

Kalau saya jadi kamu saya akan,..

Menurutku,..

Berbagai pendapat mampu kita sampaikan dengan mudah,karna saat itu kita bukan sedang pada posisi orang yang bermasalah kita melihat dari sudut pandang lain.

Lalu bagaimana ketika kita menghadapi masalah ?

ternyata ada teknik Perceptual Positition atau cara melihat dari presepsi yang berbeda,untuk mencari Solusi yang lebih baik tentunya.

Perceptual Positions NLP  jika diartikan berarti posisi persepsi, yang berarti berpindah posisi untuk merubah persepsi untuk mendapatkan pemahaman dari sudut pandang yang berbeda.

Kemampuan untuk melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda merupakan kunci dalam memahami orang lain, dan sangat penting dalam proses komunikasi.

Jika saya berkata bahwa saya mengenal A, dan menceritakan secara terperinci tentang dirinya, maka sebenarnya yang saya maksud adalah bagaimana saya memandang atau berpendapat tentang dirinya.Tentunya setiap pendapat tentang orang lain didasari peta (map) atau model dari dunia (model of the world) saya.

Tidak memahami orang lain justru disebabkan kita terlalu sok tahu dalam menempatkan peta dunia kita di atas dunia dari orang lain.

John Grinder, salah satu penggagas NLP menciptakan teknik Perceptual Positions bersama Judith DeLozier (1987).Tujuan teknik ini adalah untuk membantu seseorang memahami bagaimana ia memandang orang lain dan mengalami berada pada posisi-posisi persepsinya.

Untuk dapat masuk pada persepsi yang berbeda bukan hanya merubah sudut pandang, tetapi juga merubah gesture, postur , nada suara, dan perilaku-perilaku lainnya. Dengan berubah menjadi orang lain, dan mengikuti perilakunya maka kita mendapatkan persepsi yang dibutuhkan.

ADA 3 POSISI DALAM PERCEPTUAL POSITION NLP 

Posisi pertama, Diri Sendiri
Pertama berdirilah di tempat yang ditandai sebagai posisi satu, yaitu posisi diri Anda sendiri. Di mana Anda melihat, mendengar dan mengalami sebagai diri sendiri atau ‘aku’.

Bayangkan di hadapan Anda berdiri (atau duduk) orang yang ingin dihadirkan dalam proses ini. Dan Anda berbahasa “kamu” kepadanya. Setelah mengalami kembali sebagai posisi satu sepenuhnya, keluarlah dari posisi tersebut dengan bersih dan bebas lalu berdiri (atau duduk) di tempat yang ditandai untuk

Posisi kedua, Orang lain
Di posisi kedua Anda berusaha melihat, mendengar dan mengalami sebagai orang kedua dan Anda menyebut posisi satu—posisi diri Anda sendiri—sebagai “kamu”.

Tentunya di posisi orang kedua Anda tidak mungkin benar-benar menjadi dirinya, namun hanya mengalami posisinya—masih—menurut persepsi Anda tentang perilakunya.
setelah Anda cukup mengumpulkan informasi dari posisi dua, Anda dapat meninggalkan posisi tersebut sepenuhnya dan mengambil posisi tiga,

Posisi ketiga, Pengamat

posisi ini terlepas dari posisi pertama dan kedua, hanya mengamati hubungan antara posisi pertama dan kedua, dan berguna untuk mengumpulkan informasi.

Di posisi ini Anda adalah orang netral yang tahu segala sesuatu yang berlangsung dalam lingkaran komunikasi namun tidak terlibat di dalamnya. Di posisi tiga Anda menyebut posisi satu dan posisi dua sebagai “mereka” dan “dia”. Di posisi netral sebenarnya kita melepaskan diri atau disasosiasi dari problem komunikasi supaya dapat mengamati dengan lebih jelas.

Karena dapat men-detached dari persoalan-persoalan, maka di posisi ini Anda dapat memberikan pandangan-pandangan maupun nasihat-nasihat kepada posisi satu.

Asikan dengan cara seperti ini kita mendapatkan banyak sudut pandang yang bisa di jadikan sebagai sumber ide,menyesaikan masalah dll.

menurut anda teknik ini bisa di terapkan untuk apa saja ?

mari kita terus mengesplorasi ke Unikan dari pikiran kita, Artikel ini Boleh DI SHARE dan anda bisa membaca Artikel yang lainya.

Memprogram Ulang Pikiran Negatif Menjadi Positif

metode CRAFT

Dalam kehidupan kita terkadanng terlintas,pikiran Negatif,keraguan,ketakutan,pesimis dan emosi negative yang lainya.

Sebenarnya semua emosi yang kita miliki adalah hal yang baik,emosi sebagai sinyal untuk mengingatkan kita,dan emosi muncul berawal dari lintasan lintasan pikiran yang kita tindak lanjuti dari Pemikiran ke perasaan dan perasan akan mempengaruhi prilaku kita,prilaku akan mempengaruhi Hasil.

Dan terkadang emosi Negitif muncul pada saat yang kurang tepat,nah disini saya ingin membagikan sebauh teknik yang power Ful yang menjadikan emosi Negatif ke Positif yang Salah satu cara yang diperkenalkan Dr Maxwel Maltz dengan memprogram pikiran Bawah sadar dengan tehnik psycho-cybernetics adalah metode CRAFT ,

Meliputi lima langkah namun sebelumnya saya perlu menyampaikan lakukan secara sadar bahwa anda memiliki emosi Negatif yang ingin di ganti ke Emosi Positif langkahnya  yaitu :

Cancel (hapuskan)- Replace (gantikan)- Affirm (tegaskan) – Focus (pusatkan, perhatikan) – Train (latih, biasakan).

 

metode CRAFT

 

Metode ini bisa digunakan untuk memprogram ulang alam bawah sadar ,misalnya seorang perokok berat ingin menghentikan kebiasaan merokoknya.

seseorang yang hendak marah,ingin membuang rasa kecewa dan kebiasaan buruk lainya.

contohnya perokok Secara sadar ia tahu bahwa merokok dapat mengganggu kesehatannya, namun ia tidak berdaya untuk menghentikan kebiasaannya itu , walaupun secara sadar ia sangat ingin menghentikan kebiasaantersebut.

Cancel

Cancel jika dalam pemesanan berarti kita membatalkan,begitu pula saat di dalam diri kita muncul keraguan kita perlu segera “Cancel” jika ada suara suara negative dalam pikiran kita perlu secara sadar untuk meng cancel.

Buat kode atau tombol khusus untuk mencancel bisa berupa ucapan bisa berupa gerakan sebagai bentuk isyarat bahwa kita tidak meng inginkanya.

Luangkan waktu sejenak dan lakukan secara penuh keadaran “Cancel”

Replace

Setelah di cancel kita perlu segera memberikan Alternatif lainya yang lebih positive dengan mengucapkan kalimat yang sesuai dengan tujuan kita.

Gunakan Format ini “

“Meskipun saya ……..Namun Saya Ikhlas menggantinya dengan …..”

Afirmasi

Afirmasi sebagai penegasan dalam membuat pola baru dalam pikiran bawah sadar,

Dalam Afirmasi di samping di ucapkan juga perlu membayangkan pola positif yang baru karna pikiran bawah sadar lebih mudah menerima hal hal yang bersifat Visual.

“saya layak menjadi pribadi yang,…..

“saya mengizinkan diri saya untuk menjadi pribadi yang,….

Focus

pusatkan perhatian pada keyakinan yang baru

Setiap hari meluangkan waktu untuk “Focus”, yaitu melakukan Visualisasi Kreatif, Self-Programming, Self Hypnosis, atau apapun itu membayangkan dan merasakan bahwa sekarang anda sudah menjadi pribadi yang di inginkan.

Train

latih atau biasakan dengan kondisi baru

Latih diri untuk mulai merubah gaya hidup dan penampilan sebagai seorang yang di inginkan,melatih diri secara ber ulang ulang secara konsisten.

Seperti seorang actor yang terus belajar acting menjadi pribadi yang akan di perankan.

Dengan melatih sikap,gaya tubuh dan perasaan

Kita membutuhakn ketekunan untuk menjadi pribadi baru,memiliki ketrampilan baru.

Teknik CRAFT adalah teknik yang perlu di lakukan secara ulang ulang sampai kebiasaan baru menjadi bagian dari diri kita.

Selamat Berlatih semoga memberikan manfaat kepada anda,cara yang terbaik untuk mendapatkan manfaat adalah mempraktekanya dan membagikanya silahkan SHARE untuk di bagikan kepada saudara anda.

Representational System – Rahasia Komunikasi lebih Efektif

Rahasia menjadikan komunikasi anda lebih Efektif,

Menjual Lebih Mudah,..

Pendapat anda lebih mudah di pahami,..

Dan pastinya anda lebih mengenal diri sendiri dan orang lain,..

Kita menerima informasi melalui panca indra yang kita miliki,Indra Penglihatan (Visual) Indra Pendengaran (Suara) Indra Pengecap (rasa) Indra penciuman (Bau) Indra Perasa (sentuhan)

Namun tahukan anda  setiap orang memiliki kecendungan secara khusus terhadap salah satunya ?

Dimana satu dengan yang lainya lebih peka dan lebih suka cara menangkap informasi atau kecendrunga terhadap salah satunya,

ada orang yang lebih peka terhadap apa yang ia lihat ( Visual) sehingga ia lebih suka yang berkaitan dengan apa yang di lihat. Ada orang lebih peka terhadap apa yang ia dengar ( Auditory ) dan lebih Peka jika apa yang ia sentuh

dalam NLP kita menyebutnya dengan preferred system NLP  (sistem yang lebih disukai),meskipun kelima indera kita bekerja tanpa henti, salah satu indera bekerja lebih dominan daripada yang lain, berbeda pada tiap-tiap orang.

Menjadikan kita perlu menyesuaikan cara berkomunikasi agar lebih efektif dan mudah di proses oleh otak.

Pada tahun 1970, Richard Bandler dan John Grinder, pendiri Pemrograman Neuro-Linguistik, memperhatikan dalam karya awal mereka dengan para klien, bahwa setiap orang dibagi menjadi tiga tipe,

tergantung pada bagaimana mereka menyaring dunia lewat indera mereka yaitu Visual, Auditori, dan Kinestetik. Setiap Informasi yang di terima dari panca Indra akan di kodekan oleh otak kita,

Contohnya :

  • Kita melihat suatu benda,Benda tersebut akan di kodekan menjadi suatu gambar ( Visual)
  • Kita mendengar otak kita mengubahnya menjadi suara ( Audiotory)
  • Kita menerima informasi dari perasaaan ( kinesthetic ) Informasi ini kemudian di kodekan menjadi sensasi/perasaan.

Preferred system NLP cenderung menggunakan VAK sedang O dan G, walaupun penting, jarang digunakan sebagai sistem yang dominan Olfactory & Gustatory lebih sering dikategorikan dalam Kinesthetic.

Representational System

Mungkin muncul pertanyaan dalam diri kita kenapa harus digabung dengan Kinesthetic bukan yang lainnya?

karena semua sistem representasi (VAKOG) pasti ujung-ujungnya akan mengkristal atau bermuara pada Kinesthetic atau disebut juga dengan “Meta K”, yaitu suatu perasaaan (apakah itu suka atau tidak suka).

Tentu, tidak seorangpun itu sepenuhnya Visual, sepenuhnya Auditori, atau sepenuhnya Kinestetik. Secara alami, kita adalah campuran dari ketiga-tiganya.

Tetapi, pada setiap orang, salah satu sistim ini mendominasi dua system lainnya.

Studi-studi menunjukkan bahwa hingga

  •  55% dari semua orang dalam kebudayaan kita itu terutama termotivasi oleh apa yang mereka lihat (Visual),
  • 15% oleh apa yang mereka dengar (Auditori), dan
  • 30% oleh sensasi fisik (kinestetik).

Orang-orang yang memiliki skill yang tinggi diberbagai bidang yang berhubungan dengan komunikasi adalah orang-orang yang memiliki kemampuan menggunakan sistem representasi yang berbeda-beda yang dengan mudah berpindah dari satu sistem representasi ke sistem representasi lain sesuai dengan kebutuhan atau Ahli dalam bidang Raport Building.

Adapun cara mengenali sistem representasi seseorang ada 3 hal yang cukup sederhana, yaitu

  • Kenali Predikat yang orang itu gunakan,
  • Perhatikan bahasa tubuhnya,
  • Lihat gerakan matanya.

kita akan bahas lebih detail di Artikel Selanjutnya.

Lanjut untuk belajar ? belajar NLP adalah belajar memahami manusia menjadikan kita lebih mengenal diri sendiri dan orang lain yang pastinya akan sangat bermanfaat untuk komunikasi,pengembangan diri,motivasi

Banyak teknik teknik NLP lahir dengan memahami Preferred Sytem ini,

Fase Perubahan The Emotional Cycle Of Change

Perubahan adalah sebuah kepastian,memilih berubah secara sadar adalah sebuah Pilihan.

seiring perjalanan waktu kita pasti akan mengalami perubahan,Bertambahnya umur menuntut kita untuk melakukan perubahan  dalam hidup, perubahan dalam berprilaku,perubahan dalam pola pikir dan yang lainya.

Perubahan Untuk lebih baik adalah sebuah Pilihan,biasanya dalam setiap momentum tertentu kita merencanakan perubahan dalam hidup.

saat kita ber ulang tahun kita merencanakan agar tahun tahun kedepan lebih baik,saat awal tahun baru,setelah idul Fitri banyak momentum untuk melakukan perubahan pada saat kita baru bangun tidur,menjelang tidur bahkan kita bisa memutuskan perubahan apa yang akan anda lakukan saat ini.

Entah berapa rencana perubahan yang kita buat Namun lupa men jalani,perubahan yang kita rencanakan setiap tahun hampir sama rencana tahun ini adalah rencana tahun lalu.

Dan pada akhirnya anda merasa putus asa dan memilih tidak melakukan rencana perubahan karna takut tidak melakunya,mari kita putus pola ini dan lakukan perubahan yang kita lakukan secara sadar,

Ada Fase perubahan yang perlu kita ketahui dan sadari dan setiap fase memiliki tantangaya sendiri.

5 FASE PERUBAHAN ( THE EMOTIONAL CYCLE OF CHANGE)

Model Emotional Cycle Of Change ini pertama kali di sampaikan  oleh  Don Kelley and Daryl Conner, Secara umum diri kita melakukan beberapa Fase ketika berharap sebuah perubahan, dan setiap fase memiliki tantanganya masing masing,mari kita kenali

Fase 1. Uninformed Optimism

Di Fase ini umumnya kita merasa sangat optimis !! kita mendapatkan inspirasi untuk melakukan perubahan dalam hidup.sangat bersemangat

biasanya Fase ini setelah anda mengikuti sebuah training Motivasi,atau saat anda memutuskan untuk melakukan perubahan pada momentum tertentu.

“saya Siap berubah !!”

“Saya Pasti bisa !!”

kita merasa sangat Optimis untuk berubah atau  menyelesaikan sebuah proyek,dalam Fase ini kita merasa sangat optimis karna kurangnya Informasi atau boleh di bilang kita hanya memiliki modal Ingin dan semangat !!

Fase ini tetaplah penting dan kita perlu sadar bahwa di hadapan kita akan ada tantangan yang harus di hadapi untuk sebuah perubahan y ang lebih baik ! jaga niat dan lakukan perubahan penuh kesadaran

Fase 2 Informed Pessimism

Langkah awal – saat mulai melangkah saat mulai berproses anda mulai tau bahwa perubahan yang anda harapkan itu sulit,anda mulai belajar mulai merasa ragu di langkah awal ini,

kita merasa jalan yang akan kita tempuh begitu panjang, kita takut keputusan yang kita buat adalah keputusan yang salah.

Ada keraguan di dalam diri,nanti jika gagal bagaimana ? nanti jika tidak di terima bagaimana ? kita mulai ragu bahkan ragu untuk melangkah.

di Fase ini banyak yang berhenti dan memilih melupakan perubahan diri yang di harapkan,

cara yang terbaik untuk menghindari kegagalan adalah tidak melakukanya sama sekali dan membiarkan perubahan menjadi sebuah wacana.

Untuk melewati fase ini kita peru menyadari butuh waktu untuk memulai,butuh ilmu dan butuh proses nikmati saja setiap kegagalan yang akan kita lewati dan tetap Fokus pada impian.

Fase 3. Valley Of Despair

Saat kita mengalami kebuntuan,merasa tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan,dimana fase merasa mentok,merasa bersalah merasa,merasa apa yang di lakukan tidak akan menghasilkan

Di fase ini banyak yang berhenti dan membiarkan hidup kembali apa adanya.

Di fase ini kita perlu banyak belajar lagi mencari informasi,mungkin perlu juga mencari sebuah komunitas yang positif untuk saling mendukung bahkan anda membutuhkan mentor.

di Fase ini kita perlu banyak mencari Informasi berkaitan dengan apa yang sedang kita bangun,proyek yang sedang kita hadapi,sedang membangun bisnis atau perubahan yang lainya bergabunglah dengan komunitas,ikut seminar baca buku hal ini akan mengisi kembali energi kita.

Fase 4. Informed Optimism

Fase Perubahan yang menyenangkan di mana fase ini kita mulai bisa belajar dari kesalahan kesalahan masa lalu,setelah melewati fase ke tiga yang penuh tantangan.

Kita merasa pada fase ini banyak hikmah dan pembelajaran yang di ambil anda merasa kembali optimis namun fase ini juga fase di mana kadang kita terjebak bahwa kita sudah tahu segalanya dan berhenti untuk belajar.

di Fase ini kita perlu merencanakan bagaimana untuk meningkatkan tantanganya untuk lebih baik.

Fase 5.  Completion

Fase dimana pada akhirnya kita bisa menyelesaikan apa yang telah menjadi impian mendapatkan perubahan yang di inginkan,meraih apa yang di impikan Fase kemenangan.

Saatnya bersyukur dan menikmati perubahan sambil terus untuk kembali menetapkan sasaran baru yang lebih menantang.

Fase dimana kita benar benar mencapai apa yang telah kita tetapkan,iya apa yang kita tetapkan disini yang perlu di garis bawahi perubahan yang kita ingin harus memiliki indikator yang jelas,tujuan yang jelas sehingga apa yang telah tercapai juga jelas.

Siklus perubahan tidak terjadi begitu saja,tidak terjadi dalam semalam nikmati setiap tahapanya nikmati setiap fase tantanganya dan pastinya anda akan merasakan kemenangan yang luar biasa.

 

NLL – Neuro Logical Level atau level perubahan prilaku

Neuro Logical Level

Ada begitu banyak teknik NLP untuk memfasilitasi mempermudah dalam melakukan perubahan,sangkin banyaknya menjadikan bingung praktisi mau menggunakan yang mana,namun dengan memahami Neuro Logikal Level ini menjadikan mudah di level dan bagaimana terlebih dahulu kita melakukan perubahan dan melihat perkembanganya.

Metoda atau alat ini sangat berguna untuk membantu memahami perubahan dari titik sudut pandang individu, sosial atau organisasi.

Metoda inidikembangkan oleh Robert Dilts yang didasarkan pada “tingkat neurologis” oleh antropolog Gregory Bateson.

NLL – Neuro Logical Level  sangat bermanfaat untuk memetakan perubahan apa yang perlu di lakukan dan ditingkatan mana kita perlu memfouskan untuk melakukan perubahan.

Teori tingkat neurologis menyebutkan tiga jenis perubahan yang mendasar dalam individu ataukelompok sosial:

  1. Perubahan remediative : Apa yang terjadi di tingkat lingkungan dan perilaku
  2. Perubahan generative   : ini terjadi pada tingkat kemampuan, keyakinan dan nilai-nilai.
  3. Perubahan evolusioner : ini terjadi pada tingkat identitas dan tujuan.

Dilts dan DeLozier menyatakan bahwa “tingkat perubahan remediative adalah seperti mencabut rumput liar tumbuh di lapangan.

Tingkat generatif perubahan mirip dengan menanam bibit baru dengan tujuan untuk mendapatkan rumput baru tumbuh.

Tingkat perubahan evolusioner melibatkan mendalam mengubah sifat tanah di mana ia tumbuh dan kedua rumput dan biji berkembang. ”

Model ini mengasumsikan bahwa setiap perubahan terjadi di level yang berbeda.Semakin tinggi level perubahan terjadi, semakin permanenlah perubahan tersebut.

Neuro Logical Level

NNL – NEURO LOGICAL LEVEL

Level pertama adalah perubahan di level lingkungan. 

Apakah pernah merasakan ketika mengikuti sebauh sesi Training Motivasi anda merasakan begitu bersemangat dan berniat untuk melakukan perubahan dalam hidup anda ?

Apakah anda pernah mendengarkan curhatan orang tua,dimana anaknya ketika di sekolah/pondok begitu rajin Solat tepat waktu,beribadah secara teratur namun ketika kembali ke rumah semuanya berubah biasa – biasa saja ?Banyak orang berubah saat lingkungannya berubah.

perubahan ini terjadi mengikuti kondisi dan keadaan lingkungan dan biasanya bersifat sementara tergantung dan mengikuti lingkungan meskipun sementara, perubahan di level ini adalah langkah awal yang baik untuk melakukan perubahan di level-level berikutnya.

seperti orang tua yang ingin mnejadikan anaknya lebih baik maka memilih lingkungan yang baik misalkan di lingkungan pesantren.

ketika kita ingin melakukan perubahan pola pikir menjadi seorang pengusaha,kita mulai bergaul dengan teman teman yang menjadi pengusaha,seperti halnya ketika kita beraul dengan penjual minyak wangi kita akan ketularan bau wanginya.

dan anda perlu melanjutkan untuk mulai menyadari ke langkah selanjutnya belajar ke level selanjutnya,

Level kedua adalah perubahan di level perilaku.

Pada saat menjelang ujian banyak anak sekolah mengalami sebuah perubahan,menjadi lebih agamis,lebih sopan dan menjalankan perintah perintah agama bahkan beberapa ibadah sunah seperti solat tahajud,puasa dan yang lainya semakin dekat Ujian semakin tinggi tingkat pengharapan.

Namun, ketika ujian usai kita kembali lagi ke prilaku lama Perubahan yang di lakukan baru di level perilaku,dan prilaku berubah seiring kondisi keadaan,

apakah prilaku yang anda miliki adalah bagian dari diri anda,anda bisa berpura pura di level ini,pura – pura bisa atau pura baik hehehe meskipun anda sebenarnya belum memiliki kemampun akan prilaku ini secara konsiten, mari kita tingkatkan level ke tahap selanjutnya,

Level ketiga adalah perubahan di level kapabilitas (kemampuan).

Jika Anda ingin menjadi seorang sales person yang hebat, Anda perlu menguasai berbagai keterampilan penjualan.

Dengan kemampuan ini Anda akan mampu melakukan  penjualan secara konsisten dan efektif.

mungkin anda pernah menemui seseorang atau bahkan diri anda sendiri  sudah menguasai berbagai keterampilan penjualan tapi kok masih belum menunjukkan prestasi sebagai seorang sales person yang hebat?

Mungkin tidak yakin bahwa keterampilan yang dia kuasai akan bekerja efektif di lapangan. Atau mungkin dia menganggap bahwa pekerjaan menjual adalah pekerjaan yang tidak bernilai.

dan ini juga sering terjadai dalam ranah dunia pendidikan dimana kita bisa saja mendapatkan nilai matematika 10 menghafal,memahami rumus namun belum tentu menyakini akan ini akan bermanfaat dalama kehidupanya.

Perubahan yang terjadi baru di level kapabilitas, sementara level di atasnya: keyakinan dan nilai belum berubah.

Level keempat adalah perubahan di level keyakinan dan nilai (belief and value).

Keyakinan adalah apa yang Anda anggap baik dan benar, sedangkan nilai adalah apa yang Anda anggap penting.

Di level ini, bukan hanya perilaku dan kapabilitas Anda yang berubah, namun juga keyakinan dan nilai yang menyokong kapabilitas dan perilaku tersebut.

Anda tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan untuk berubah, namun juga Anda memiliki keyakinan dan nilai yang mendukung perubahan tersebut.

Beberapa perubahan cukup dilakukan di level ini, beberapa yang lain memerlukan perubahan di level yang lebih tinggi.

Jika keyakinan dan nilai Anda tidak selaras dengan tujuan Anda, maka perubahan akan menjadi tidak efektif. Beberapa mengistilahkan permasalahan di level ini sebagai mental block.

Level ke lima adalah perubahan di level identitas.

Kumpulan dari berbagai keyakinan dan nilai yang Anda miliki menjadi identitas diri Anda. Dr. Maxwell Maltz dalam buku Psychocybernetics menyatakan bahwa identitas (konsep diri; citra diri; self-image) adalah kunci untuk mencapai tujuan Anda.

Bila Anda ingin mewujudkan tujuan Anda dengan cepat, Anda perlu menyelaraskan identitas Anda, konsep diri Anda dengan tujuan Anda.

Level keenam adalah perubahan di level spiritual.

Perubahan di level makna. Perubahan di level panggilan jiwa. Perubahan di level misi hidup. Ini adalah level perubahan tertinggi. Saat seseorang memiliki misi kehidupan yang jelas, maka seluruh level di bawahnya akan berubah dan menyesuaikan diri.

Temukan misi Anda, temukan jatidiri Anda, dan Anda menemukan kekuatan diri Anda yang sebenarnya.

Neuro-Logical Level – Perubahan yang permanen adalah perubahan di semua level. Perubahan yang permanen adalah ketika enam level perubahan berjalan seiring dan selaras. Anda dapat memulainya dari level mana saja yang paling memungkinkan bagi Anda. Lalu, mulailah menyelaraskan level-level lainnya satu demi satu,

dimulai dari mencari lingkungan yang tepat,mulai merubah prilaku dilanjut belajar untuk meningkatkan kapasitas,merubah identas yang lebih baik dan menemukan tujuan hidup yang bermakna.

ingin belajar NLP,dengan mudah dan menyenangkan ?

Terimakasih silahkan bisa baca Artikel yang lainya semoga bermanfaat dan boleh di SHARE sebagai amal kebaikan kita.

4 Tahapan Belajar dan Perubahan dalam hidup.

Perubahan adalah Tangggung jawab pribadi yang yang harus di upayakan,

setiap dalam sesi pelatihan seringkali peserta bertanya “bagaimana melakukan perubahan dengan cepat ?

Pada prinsipnya perubahan bisa di lakukan saat ini dengan cepat namun memerlukan waktu dan upaya agar perubahan,skill dan apapun yang ingin anda kuasai menjadi bagian dari diri anda atau menjadi kebiasaan.

Setiap segala sesuatu tumbuh secara bertahap termasuk dalam belajar sebuah skill,ketrampilan bahkan sikap atau kebiasan memiliki tahapan,

Teori yang dikembangkan di Gordon Training International oleh salah satu karyawannya yaitu Noel Burch di tahun 1970-an mulanya disebut sebagai ” Empat Tahap Mempelajari Keahlian Baru ”

pertumbuhan ini sebanding dengan dengan jumlah usaha, dan bersedia untuk berinvestasi dalam pembelajaran, mencakup empat Tahapan Belajar sebagai tambahan yang berguna untuk strategi pembelajaran.

Tahap 1: Unconscious Incompetence (Tidak Sadar, Tidak Kompeten)

Pada tahapan ini, kita tidak sadar kalau kita tidak tahu; kita tidak tahu kalau tidak bisa,Bahkan mungkin tidak menyadari bahwa ada kesempatan untuk belajar.

kita tidak sadar dan tidak kompeten, karena memang kita memandang hal tersebut tidak perlu dan tidak ada gunanya memiliki ketrampilan seperti tersebut.

Kita acuh dan tidak perlu, sehingga yang muncul adalah perasaan tidak perlu, menjadi tidak sadar dan tidak kompeten.

atau kita akan memasuki tahap Thing !! dimana kita menyadari Awareness bahwa kita jadi tahu bahwa kita perlu belajar.

Tahap 2: Conscious Incompetence (Sadar, tidak kompeten)

Menyadari bahwa kita tidak kompeten, (kita tau dan menyadari bahwa kita tidak bisa/kompeten)

menyadari bahwa ketrampilan mengemudi itu pasti suatu saat akan bermanfaat,mengakui secara sadar bahwa diri tidak bisa mengemudikan mobil.sadar kalau diri Anda tidak bisa mengemudikan mobil.

Saat ini Anda mulai berpikir tentang bagaimana Anda mengatasi kekurangan itu secara konstruktif dan bergerak ke arah kompetensi.

tahap oh teryata seperti ini prosesnya !!masa di mana anda bingung seperti seseorang yang sedang berjalan di hutan berantara sebuah proses belajar.

Tahap 3: Conscious Competen (Sadar, Kompeten)

Dengan dorongan belajar, kesadaran memperbaiki kemampuan, Anda menjadi belajar sesuatu, dan Anda belajar mengemudi. Anda menjadi bisa mengemudi, dan Anda beroleh SIM. Anda menjadi kompeten untuk mengendari mobil. Anda tahu bahwa diri Anda kompeten.

Anda sadar bahwa Anda bisa. Pada tahap ini Anda berfokus pada belajar pengetahuan dan keterampilan yang mengidentifikasikan sebagai nilai tahap 1, bahwa Anda perlu menjadi pribadi mandiri.

Anda sadar bahwa dengan memiliki pengetahuan dan ketrampilan Anda bisa melakukan banyak hal.

Untuk mempelajari secara efektif kita harus aktif berkonsentrasi dan dalam keadaan sadar, tahu tentang apa yang kita lakukan pada setiap tahapannya.

di tahapan ini mungkin tahapan yang paling menyenangkan dalam prosesnya anda sudah menrasa kompeten,bisa saja di tahapan ini kita terjebak dengan sikap sombong dan kurang hati hati, jika di analogikan proses nyetir mungkin di tahpan ini ugal ugalan dalam mengendarainya.

Namun jika menlakukan terus ber ulang ulang sebuah skill ini kita akan tanpa sadar ke tahapan selanjutnya.

Tahap 4: Uncoscious Competen (Tidak Sadar, Kompeten)

Pada tahap 4, Anda menjadi tidak sadar karena Anda sudah bertahun-tahun mengemudi, Anda menjadi tidak sadar memiliki kompetensi, karena sudah melekat dan menyatu dalam diri Anda, dalam reflek Anda.

Anda tidak perlu mengingat-ingat bagaimana cara menstater mobil atau bergerak mundur, pindah gigi… dll. Anda tidak sadar, bertindak secara refleks tetapi Anda mampu mengoperasikannya.

Kompetensi sadar yang mana Anda tidak tahu apa yang Anda tahu, artinya Anda menjadi kurang sadar mengetahui apa yang Anda ketahui.

Dan melalui praktek terus menerus, memperggunakan ketrampilan Anda, Anda menjadi terbiasa, Anda tidak perlu sadar pun, refleks atau otomatis akan bergerak benar, tertanam dalam bawah sadar.

Kompetensi dioperasikan secara intuitif. Pada tingkat kompetensi ini Anda menemukan bahwa Anda dapat secara efektif mengajarkan apa yang telah Anda ketahui dan pelajari kepada orang lain.

Setelah periode yang panjang Anda juga dapat menemukan bahwa ketika Anda melakukan suatu aktivitas, apa yang Anda lakukan dengan cara yang tidak sadar kompeten telah menjadi insting Anda, bahwa Anda benar-benar menemukan kesulitan dalam menjelaskan kepada orang lain.

Inilah sebabnya mengapa kita harus menghindari rasa puas dan secara berkala memeriksa kompetensi bawah sadar kita terhadap standar baru.

Terus belajar terus berproses sampai anda lupa bahwa anda bisa melakukanya dan siap membagikan ketrampilan anda.

di tangga mana kompetensi anda ? aha !!