Meta Model Generalization

Meta Model Generalization

Meta Model Generalization dimana sebuah informasi disampaikan dengan DISAMARKAN dalam bentuk PENYAMARATAAN, seolah-olah satu hal berlaku untuk berbagai atau semua hal lain

Dengan generalisasi satu atau beberapa pengalaman, kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan pada pengalaman yang berbeda. Kita belajar untuk mengendarai mobil tertentu, dan kemudian menggunakan pengalaman itu untuk mengemudikan mobil yang berbeda. Jika kita tidak mampu melakukan generalisasi, kita harus belajar mengemudi mulai dari awal lagi.

Meta Model Universal Quantifier

Informasi yang menyamaratakan atau memukul rata sebagian data yang dianggap mewakili keseluruhan data lainnya.

Penyamarataan pembilang (universal quantifier)

Berulang ,Selalu, setiap orang, banyak orang, terus menerus, sering kali

Berlebihan,setiap waktu, setiap menit, setiap periode

Kontra produktif  dapatkah Anda pikir dari waktu yang ada dan itu tidak terjadi?

  • Dia tidak pernah peduli. [Sejak kapan? Tidak pernah?]
  • Kita selalu gagal. [Selalu?]
  • Setiap hari kita bertemu tetapi pesan itu tidak sampai. [Setiap hari?]
  • Setiap siang kami makan di kantin. [Benarkah? Selalu?]
  • Semuanya mendapat nilai merah! [Adakah yang hitam?]
  • Setiap warga negara wajib kena pajak. [Siapa yang tidak?]

Meta Model Modal Operator

Informasi yang seolah membuat suatu hal menjadi sebuah keharusan atau kemendesakan, tanpa diketahui sebabnya.

Harus, wajib, musti, diperlukan, dibutuhkan

  • Kita harus bisa! Kita bisa melakukannya. Harus! [Bisa apa? Bagiamana caranga?]
  • Mereka tidak boleh tahu! [Bagaimana kalau mereka tahu? Dari mana?]
  • Jangan katakan lagi! [Kalau dikatakan lagi bagaimana? Apa akibatnya?]
  • Saya harus tunjukan yang terbaik. [Apakah sekarang belum?]
  • Saya seharusnya sudah pergi, tapi saya tidak bisa. [Apa yang menyebabkan Anda tidak bisa?]
  • Anda bisa lakukan secara bersama. [Bagaimana bila tidak?]

Meta Model Lost Performative

Informasi yang seolah dilontarkan dari figur otoritas, biasanya keyakinan turun-temurun, yang tidak jelas sumber asalnya

Rumus dari kata-kata ini adalah OPINI + Sesuatu yang memalukan atau tidak ingin diketahui siapa pelakuknya karena dirasa bisa menimbulkan dampak yang tidak mengenakan si pelaku. Kalimat ini biasanya dipakai oleh pembicara yang merasa dirinya memiliki authority lebih tinggi dibanding orang yang diajak berbicara.

Seleranya payah! [Selera siapa? Menurut siapa?]

  • Ini ide bodoh! [Ide siapa? Siapa yang menilai?]
  • Terlambat?! [Siapa yang terlambat?]
  • Saya tidak pandai bergaul. [Bergaul dengan siapa? Kata siapa?]
  • Saya lambat sekali dalam belajar. [Kata siapa? Siapa yang cepat menurut Anda?]
  • Antara hidup dan mati. [Siapa yang hidup dan siapa yang mati, apa yang dilakukannya?]
  • Hanya ada 2 pilihan, Dia atau aku? [Atas dasar?]

Meta Model Generalization

MENGGUNAKANNYA DENGAN BIJAK

Berhati-hatilah dalam mempergunakan META MODEL, hilangkan kesan INTEROGRASI dan ubahlah menjadi perbincangan dengan selalu mengedepankan hubungan baik atau membangun rapport,

Jika Anda perhatikan kumpulan pola kalimat di atas, sesungguhnya bisa kita simpulkan bahwa satu pola MELIBATKAN pola lain. Ada kalanya sebuah kalimat memiliki unsur deletion, di saat yang bersamaan memiliki unsur distortion dan generalization.

Yang terpenting bukan mengetahui pola pelanggarannya secara teori, melainkan memahami esensi di balik kalimat yang diucapkan klien, ada informasi apa yang hilang disana yang Anda ingin ketahui lebih dalam.

Tanya diri Anda apakah informasi itu sudah cukup spesifik untuk Anda pahami? Apakah Anda masih harus mengklarifikasinya karena kalimat itu masih perlu diuji? Apa yang Anda ingin lakukan kemudian, membuka model dunia klien untuk apa dan dengan cara bagaimana? Semua kembali pada tujuan dasar Anda melakukan komunikasi dengan orang tersebut

Semangat Belajar NLP

0 Shares
NLP Coach

Jaim Wong,CHt,CI.NLP,NCA,HRMNLP Seorang Praktisi dan Trainer yang telah banyak mendapatkan Manfaat dari NLP dan Ingin berbagi pengalaman dengan anda