Meta Model Jantunya NLP

Meta Model Jantunya NLP

awal ketika belajar NLP saya tidakbegitu tertarik untuk pembahasan Meta Model, Namun seiring tuntutan sebagai seorang Trainer NLP wajib membahas mau tidak mau harus memahami Meta model.

Dan Teryata setelah memahami  Mendapatkan Begitu banyak Inspirasi dan manfaat dari Meta Model baik untuk kehidupan pribadi,bisnis yang pastinya Meta model menjadikan komunikasi lebih efektif dan lebih jelas,

tidak salah jika meta Model adalah Jantungnya NLP,yang menjadikan NLP lebih hidup,Meta Model dipublikasikan di buku NLP pertama, Richard Bandler dan John Grinder dalam bukunya, “The Structure of Magic , Vol . 1 (1975)”.

Ini adalah pengembangan fitur semantik umum (Korzybski) dan tata bahasa transformasional (Chomsky), dan kemudian dikembangkan lagi melalui pemodelan ‘the successful therapeutic language interventions of psychiatrists’ bersama Fritz Perls, Milton Erickson dan terapis keluarga Virginia Satir .

Meta Model diformalkan dalam pengembangan ini dan menjadi kaya dengan mendifinisikan set pola linguistik yang baik sehingga dapat memfasilitasi perubahan serta mengatasi hambatan dalam peta mental seseorang tentang dirinya sendiri dan dunia model miliknya.

Penggunaan Meta Model, biasanya dalam bentuk PERTANYAAN. Ketika seorang klien menyampaikan informasi tertentu, maka seorang praktisi NLP menggunakan pemahaman Meta Model untuk menganalisa kalimat yang diucapkannya, lalu menindakanjutinya dengan pertanyaan sesuai TUJUAN yang ia tetapkan.

Tujuan yang ditetapkan? Apa maksudnya? Begini, Meta Model bukan sekedar ‘TEKNIK BERTANYA’, melainkan lebih dalam dari itu.

Sebagaimana dibahas dalam buku THE ULTIMATE INTRODUCTION OF NLP karya RICHARD BANDLER, ALESSIO ROBERTI & OWEN FITZPATRICK,

Tujuan penggunaan Meta Model adalah sebagai berikut:

Mendapatkan informasi yang lebih SPESIFIK.

MENGKLARIFIKASI informasi/pemikiran dari pembicara untuk mendapatkan pengertian yang lebih baik

Membuat perubahan dengan Membuka pengalaman seseorang dengan cara mempelebar MODEL DUNIA seseorang, dan memiliki lebih banyak cara berpikir, mumutuskan dan memahami.

Tergantung dari tujuan pembicaraan, jawaban atas pertanyaan itu bisa kita tindaklanjuti dengan lebih efektif tergantung dari tujuan yang di harapkan.

sebelum melanjutkan ke bahasan akan POLA-POLA DASAR kalimat Meta Model. Mendapatkan informasi yang lebih spesifik Secara sederhana, kita mengenal LAPISAN informasi yang disampaikan dalam sebuah pembicaraan atas TIGA bagian:

EXPERIENCE : PENGALAMAN asli dari penyampai pesan, dimana hal ini boleh dikatakan sulit sekali untuk bisa tergambarkan sepenuhnya karena hanya yang mengalami yang bisa memahami sepenuhnya keseluruhan isi pengalaman itu.

Dalam konteks ini kita akan gunakan contoh misalnya saja kita baru mengunjungi sebuah pemandangan indah di tepi pantai di Bali.

SURFACE STRUCTURE : informasi yang kita SAMPAIKAN, karena adanya keterbatasan kemampuan untuk mengakses/mengingat pengalaman asli yang ada maka kita menggunakan kata-kata yang memiliki makna pribadi, yang kita  familiar dan kita anggap mewakili keberadaan/jalannya pengalaman tersebut.

Dalam contoh konteks ini maka kita menggunakan kata dan kalimat yang mewakili kesan kita atas pengalaman ini yang kita harap bisa dengan mudah dimengerti oleh orang lain, misalnya dengan mengatakan “Kemarin saya berkunjung ke pantai di Bali, indah sekali suasananya.”

DEEP STRUCTURE : bentuk lanjutan yang lebih DETAIL dari Surface Structure. Ketika kita mulai menggali  surface structure dengan tujuan memperjelas data yang ada, maka kita berpindah ke Deep Structure.

Contoh ketika kita dalam contoh di atas kemudian ditanya “Indahnya seperti apa? Apa yang membuat itu indah bagi Anda?”

dan kemudian dijawab oleh kita “Yah, pantainya putih, bersih, banyak karang-karang besar, lautnya bersih dan airnya jernih.”

Perhatikan bahwa di titik ini informasi akan ‘suasan yang indah’ sudah menjadi lebih spesifik.

People respond to their internal map, not to the reality itself. 

Tanpa sebuah klarifikasi, sebuah komunikasi hanya akan memunculkan kesalahpahaman dan perseteruan karena setiap orang hakikatnya tidak sedang berkomunikasi satu sama lain, melainkan berkomunikasi dengan ’internal map’ mereka masing-masing.

hal penting dalam pengunaan atau ketika Anda menerapkan Meta Model ini, yaitu:

  1. Bangunlah hubungan baik, rapport.
  2. Respek, menghormati sudut pandang orang lain.
  3. Kejelasan tentang hasil dari interaksi saat berkomunikasi.
  4. Kemampuan mengenali dan merespon bahasa non-verbal saat berkomunikasi.
  5. Kemampuan untuk mendengar lebih baik, menyimak bukan sekedar diam memperhatikan.
  6. Kesadaran yang alami, bukan dibuat-buat, ketulusan yang ekologis.

Meta Model dikembangkan pertama kali berdasarkan pada Transformational Grammar (TG) yang dikembangkan oleh Noam Chomsky.

Menurut TG, komunikasi yang kita keluarkan melalui kata-kata hakikatnya hanyalah sebuah surface structure alias permukaannya saja dari deep structure alias maksud asli yang kita sampaikan.

Ibarat bakpau, kita seringkali tidak tahu apakah ia berisi daging atau kacang hijau hanya jika melihat dari bentuk bulatnya dari luar saja. Jika kita tidak pandai-pandai mencermati tanda-tanda perbedaan isi atau bertanya langsung pada penjualnya, tentu kita akan kecewa karena mendapatkan isi yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

kok bisa ada perbedaan antara maksud dan kata-kata begini?

Inilah keajaiban otak kita. Demi menjadikan hidup kita mudah, otak kita seringkali memangkas (deletion) kata-kata yang kita anggap kurang perlu, menyamaratakan (generalization) beberapa hal agar lebih mudah dikaitkan dan dipahami, dan mengaburkan hubungan (distortion) antara satu hal dengan hal lain agar kita dapat melihat-mendengar-merasa dengan lebih efektif.

Itu sisi positifnya. Sisi negatifnya, deletion, generalization, dan distortion dapat mengaburkan pemahaman kita akan apa yang disampaikan oleh orang lain. Alhasil, secara otomatis, kita menggunakan ’map’ kita sendiri untuk memahaminya.

melakukan Meta Model hakikatnya adalah usaha kita untuk memahami deep structure seseorang dengan membedah hal-hal yang ia delete, generalize, dan distort.

Ini pulalah yang menjadikan Meta Model sebuah teknik yang amat penting ketika kita melakukan modeling, sebab sang model seringkali tidak memahami bagaimana persisnya ia melakukan sesuatu (deep structure) dan karenanya hanya mengatakan hal-hal yang sangat superfisial (surface structure).

bagaimana persisnya kita melakukan Meta Model?

Ada  12 Pola META MODEL bahasa yang dapat digunakan untuk membantu memperkaya seseorang dalam me-recover dunia internalnya, yang dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) bagian yaitu :

Deletion (Information gathering)

merupakan pola bahasa yang digunakan untuk mengumpulkan kembali beberapa informasi yang hilang karena terjadinya proses penghapusan suatu informasi.

Distortion (Semantic ill-formedness)

merupakan pola bahasa yang digunakan untuk membantu seseorang ketika melakukan penyederhanaan dengan merubah makna suatu informasi.

Generalization (Limit’s of the speaker model)

merupakan pola bahasa yang digunakan untuk membantu seseorang dalam me-recover ketika melakukan proses generalisasi.

dalam artikel Berikut beberapa contoh pola bahasa yang terdapat dalam Meta Model,makin asik belajar NLP dan mempraktekanya.

7 Shares
NLP Coach

Jaim Wong,CHt,CI.NLP,NCA,HRMNLP Seorang Praktisi dan Trainer yang telah banyak mendapatkan Manfaat dari NLP dan Ingin berbagi pengalaman dengan anda