Pola Bahasa yang MengHypnotist – Milton Model NLP

Pola Bahasa yang MengHypnotist – Milton Model NLP

Salah satu kemampuan Komunikator yang hebat ialah tahu bagaimana ia harus berkata-kata yang baik dalam mempengaruhi rekan bicaranya.

Dan salah  satu cara untuk meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi adalah dengan memperbaiki struktur dan pola bahasa.

John Grinder salah satu founder NLP (Neuro-Linguistic Programming) telah melakukan modeling untuk merumuskan pola bahasa yang sering digunakan oleh seorang hypnotherapist terkemuka Milton H. Erickson agar dapat kita pelajari kembali untuk diterapkan dalam kegiatan komunikasi yang mempengaruhi.

Pola ini pastinya bisa di gunakan dalam semua bidang komunikasi yang kita gunakan,baik berkomunikasi dengan keluarga,rekan kerja,klien atau dengan siapapun.

Pola bahasa hipnotik ini dikenal juga dengan Milton Model, yang tentu saja nama ini diadaptasi dari “pemilik” pola bahasa tersebut.

Milton Model boleh di bilang kebalikan dari Meta model merupakan pola bahasa yang sarat akan distorsi, delesi dan juga generalisasi.

Ada dua pola besar dalam Milton Model ini, yang pertama adalah Inverse Meta Model (deletion, distortion & generalization)

dan yang kedua adalah Additional Milton Model Pattern (presupposition, indirect elicitation & pattern in metaphor).

PERBEDAAN META MODEL DENGAN MILTON MODEL

Seperti telah dibahas dalam NLP Model Komunikasi, kita cenderung melakukan proses pemfilteran dalam merespon stimulus yang masuk ke dalam diri kita dengan cara mendistorsi, menyamaratakan dan penghapusan.

Pada teknik Meta Model  kita telah membicarakan bagaimana kita mengungkap ‘Deep Structure’ atau bawah sadar ke atas permukaan dalam keadaan sadar ‘Surface Structure’ dengan cara META MODEL.

Milton Model adalah teknik yang terbalik dari Meta Model. Milton Model merupakan terobosan dalam komunikasi pada umumnya dan Milton Erickson melakukannya secara unconscious.

Tiga hal penting pada bahasa Milton Model:

(1)  Mengikuti dan mengarahkan realitas klien pada saat itu.

(2)  Mengacak pikiran sadar (conscious mind).

(3)  Mengakses pikiran bawah sadar (unconscious mind) dari sumber daya yang telah ada pada klien.

Meta Model

Milton Model

Memperjelas kalimat dan bahasa klien Mengaburkan dan menyamaratakan kalimat dan bahasa klien
Bergerak dari bawah sadar ke permukaan pikiran sadar Bergerak dari permukaan sadar ke bawah sadar
Menggali contoh-contoh agar lebih jelas dan terperinci Menggali dan menampilkan pengertian umum
Bertujuan memunculkan kembali pengalaman klien yang terkubur dalam bawah sadar ke permukaan pikiran sadar Bertujuan mengakses sumber daya dalam pikiran bawah sadar
Mengusahakan agar klien lebih focus pada hal-hal diluar dirinya sehingga klien dapat keluar dari peta mentalnya Mengajak klien agar focus pada system internal dalam dirinya

Model Milton memiliki tiga aspek utama:

Pertama, untuk membantu membangun dan memelihara hubungan baik  atau rapport dengan klien.

Kedua, membebani dan mengalihkan perhatian pikiran sadar sehingga komunikasi bawah sadar dapat diutilisasi untuk mencapai outcome tertentu.

Ketiga, untuk memungkinkan interpretasi atau kemungkinan dalam kata-kata yang ditawarkan kepada klien sehingga klien dapat menemukan lebih dari dua opsi, sebab dua opsi artinya double blind atau ikatan ganda, menjadikan klien tidak lagi berdaya.

Dengan munculnya alternative ketiga atau lebih, maka klien menjadi lebih berdaya dalam memilih tindakannya untuk mencapai outcome.

Pola-pola bahasa ‘Milton Model’ membuat pengguna mampu berkomunikasi secara tidak langsung dengan unconscious mind untuk mengindari penolakan, serta membantu pendengar dalam memilih bagain-bagian mana dari komunikasi yang hendak direspon.

apa saja pola Pola Milton Model ini ? akan kita lanjutkan di tulisan berikutnya

Belajar NLP Mudah dan menyenangkan,boleh SHARE artikel ini.

35 Shares
NLP Coach

Jaim Wong,CHt,CI.NLP,NCA,HRMNLP Seorang Praktisi dan Trainer yang telah banyak mendapatkan Manfaat dari NLP dan Ingin berbagi pengalaman dengan anda