Pola Bahasa Predicates Yang Efektif dengan NLP

Pola Bahasa Predicates Yang Efektif dengan NLP

Bahasa adalah salah satu untuk mendeteksi Preferred system (reverensi yang lebih dominan ) yang sedang di gunakan seseorang dalam kesadaranya

kalimat yang di gunakan dapat menunjukan Preferred system atau reverensi yang dominan,dengan memahami hal ini tentunya kita akan lebih mudah membangun hubungan/raport dengan menyamakan predikat yang di gunakan oleh lawan bicara kita.

Ilustrasi sederhanya jika saat ini kita orang jawa kita akan lebih mudah memahami bahasa jawa bukan ? Terus anda ketemu orang bule,anda ngomong pake bahasa jawa kira kira apa yang di rasakan oleh orang bule itu ?

bisa saja ia paham karna sudah belajar namun dia akan berpikir keras untuk memahaminya.Namun jika anda mahir memakai bahasa Ingris dan bicara kepada orang bule pastinya akan lebih akrab.

Begitu pula dalam komunikasi keseharian kita punya kecendrungan menggunakan predikat bahasa yang dominan kita miliki.

Untuk membangun keakraban kita perlu memahami predikat bahasa yang dominan orang lain gunakan.

Contoh Seseorang memasuki sebuah ruangan namun akan Fokus dan memilih Predikat kata mana yang akan mewakili referensinya.

  • Ruangan ini Terang sekali ( Visual)
  • Ruangan ini hening sekali ( Auditory)
  • Ruangan ini dingin sekali ( KInestetic)

Predikat merupakan kata –kata frase ( Kata kerja,kata sifat,kata keterangan ) yang cendrung di gunakan manusia dalam mempresentasikan apa yang ada dalam pikiranya dan umumnya mengandung preference system.

Preference system dapat di kenali dengan memperhatikan predikat yang di gunakan.

Visual (V) 

Melihat,Terang,Jelas,Fokus,Warnawarni,Cerah,Buram,Membayangkan,Melukiskan,dll

Audiotory (A)  

Suara,Brisik,Bising,Hening,Merdu,Mendengarkan,panggilan,Gaduh,teriaan dll

Kinestetic (K) 

Sentuh,kasar,halus,pedih,keras,mulus,santai,rileks dll

Olfactory (O) 

Bau,Wangi,semerbak,menyengat,busuk, dll

Gustory (G)  

Rasa,pedas,manis,pahit,asem,kecut,tawar,dll

Contoh kalimat yang mencerminkan Reperensi :

Kinestetic

Aku merasa kesal dengan anak – anaku setiap aku pulang kerja dalam kondisi,namun mereka masih saja memintaku untuk melakukan ini itu,seharusnya mereka menyambut saya dan memijatku.

Orang Visual lebih Fokus apa yang di lihat

Setiap kali saya pulang kerumah melihat semuanya berantakan,anak – anaku benar – benar membuat rumah ini seperti kapal pecah,seandanya mereka mau merapikan setelah bermain mungkin rumah ini akan kelihatan lebih indah.

Orang Audiotory

Setiap kali pulang kerumah saya selalu merasa terganggu dengan suara teriakan – teriakan anaku kadang mereka merengek menangis suaranya itu loch sangat mengganggu membuatku semakin stress,senandainya mereka mau memahamiku dengan tanpa perlu berteriak – teriak mungkin saya bisa mer istriahat dengan lebih santai sambil mendengarkan music kesukaanku.

Mungkin maksud yang di utarakan sama namun apa yang di Fokuskan berbeda tergantung reverensi dominan yang ada pada masing – masing kita,dengan memahami reverensi diri dan lawan bicara kita akan sangat mempermudah komunikasi menjalin keakaraban,

memberikan masukan dalam berkomunikasi kita lebih cendurng menggunakan reverensi kita,jika lawan bicara kita sama hal ini yang akan mudah menjalin keakraban,jika berbeda kita perlu menyesuikanya sehingga akan lebih mudah masuk kedunia mereka.

Dengan kata lain, orang yang bertipe Visual cenderung menggunakan kata-kata gambar, yang bertipe Auditori memilih kata-kata suara, dan yang bertipe Kinestetik memilih kata-kata fisik.

Mengenali indera utama mana yang diandalkan sesama anda untuk mengalami dunia lalu menggunakan informasi tersebut dalam berurusan dengan mereka -entah pribadi, profesional, atau sosial – bisa sangat mempengaruhi bagaimana tanggapan mereka terhadap anda.

Entah bertipe Visual, Auditori, atau Kinestetik, sinyal-sinyal mereka itu ada, untuk kita tafsirkan dan kita gunakan dalam membangun simpati atau untuk mengembangkan komunikasi dengan cara Matching Predicates.

MATCHING PREDICATES

Pernahkah kita berbincang – bincang namun beda bahasa ? misalkan anda di ajak ngobrol orang bule pake bahasa yang berbeda meskipun anda paham apa yang di ucapkan terkadang kita perlu berpikir keras untuk mencernanya karna beda bahasa,begitu pula agar komunikasi kita mudah di pahami kita perlu belajar bagaimana menyamaan predicate klien atau lawan bicara sehingga apa yang di sampaikan mudah di mengerti,

karna kecendrungan kita berbicara menggunakan reverensi yang kita miliki misal kita orang Visual kita cendrung memakai bahasa visual teryata lawan bicara kita tipe Audiotry/kinestetik sebab itu kita butuh menyesuaikan lawan bicara bertemu dengan orang kinestetik gunakan sesuaikan Kinestetik Audiotory sesuaikan dengan bahasa Auditry sehingga mudah di terima.Apa yang kita lakukan itu di sebut dengan Matching Predikat.

Contoh :

Maksud      :saya tahu apa maksudmu

Kinestetik  :saya dapat MERASAKANnya.

Visual         :saya bisa MEMBAYANGKANnya

Auditori     :saya MENYIMAK apa yang anda katakan.

Maksud     :Informasi Masih di ragukan

Kinestetik :Saya belum bisa merasakan kebenaranya.

Visual        :Informasi itu masih samar.

Audiotory :Kenengaranya informasi itu belum jelas.

Langkah – langkah untuk Mengendifikasi system Reverensi :

Dengarkan kalimat yang di utarakan oleh lawan bicara anda.

Kenali Predikat yang di pakai.

Indefikasi system reverensi mana yang sering di pakai (V,A atau K) .

Selamat Berlatih semoga memberikan Manfaat dan rasakan keajaiban komunikasi,dan menjadikan diri anda komunikasi anda lebih efektif.

Belajar NLP belajar Komunikasi,.

48 Shares
NLP Coach

Jaim Wong,CHt,CI.NLP,NCA,HRMNLP Seorang Praktisi dan Trainer yang telah banyak mendapatkan Manfaat dari NLP dan Ingin berbagi pengalaman dengan anda