Raport Building Membangun Keakraban

Raport Building Membangun Keakraban

kira – kira kepada siapa anda berani menyampaikan/menceritakan masalah yang anda hadapi ? jika anda di nasehati siapa orang yang paling anda dengarkan ? ketika anda membeli kepada siapa yang akan membeli barang yang anda butuhkan ?

Tentunya bukan sekedar kepada orang yang anda kenal bukan namun orang yang anda Percayai/Trust

Berkomunikasi,belajar,bertransaksi maupun berhubungan keseharian pastinya kita akan memilih terlebih dahulu kepada orang yang kita kenal dan kita percaya atau yang di sebut dengan Trust, kepercayaan dapat di bangun melalui keakraban (Raport).

Raport dimana kondisi saling terhubung atau merasa ada kedekatan hubungan,misalnya kita pergi ke sebuah kota lalu kita bertemu seseorang yang awalnya tidak kenal setelah kenalan ko teryata dari kota yang sama,biasanya kekaraban begitu mudah di bangun karna merasa ada kesamaan.

Tujuan membangun keakraban hubungan ( Raport )

  1. Mempermudah komunikasi dan meminimalkan hambatan komunikasi

Kita sangat sering bertemu dengan seseorang yang tak di kenal lalu kita coba berbincang atau sekedar menyapa, mungkin pada saat awal perbincangan yang kita lakukan hanyalah sambil lalu karna belum terjalin raport,atau seorang guru yang memberikan materi namun siswa asik dan ngobrol sendiri karna belum terjalin raport,banyak komunikasi yang kita lakukan namun kurang efektif di sebabkan raport belum terjalin dengan baik.

  1. Membangun Kepercayaan ( Trust)

Tujuan dari membangun raport agar terjalin keakraban dan terjadi saling percaya sehingga dari hal tersebut tujuan dari komunikasi dan melangkah ke tahap selanjutnya lebih mudah, mudah akrab bahkan mudah terjadi sebuah transaksi bisnis.

Dalam komunikasi menunjukan ada suatu informasi yang dikirim dan diterima, dan ternyata setiap informasi yang diterima oleh lawan bicara (Komunikan) memberikan suatu respon secara tidak sadar.

Respon secara tidak sadar John Grinder meyebutnya (Unconscious Responsiveness) yaitu ketika seseorang merespon anda secara non verbal melalui gerakan tubuh atau intonasi suara yang terjadi secara unconsius.

Lalu bagaiaman caranya membangun Raport ?

Dalam membangun rapport, NLP memperkenalkan tahapanya pacing dan leading,

Pacing : Menyamakan / Menyelaraskan – Bisa menyamakan pembicaraan tentang hobi,makanan,pendidikan,keluarga,pekerjaan dll

Menyeleraskan bisa saja menyamakan bahasa tubuh,pola nafas,bahkan memahami keyakinanya.

Hal terpenting yang perlu kita ketahui adalah ketika melakukan proses Matching atau Mirroring lakukan dengan sangat natural. Bahkan tidak semua gerakan lawan bicara wajib kita ikuti. Biarkan proses tersebut berjalan secara alami.

kerangka membangun komunikasi yang baik, adalah sebagai berikut:

Pacing —> Calibration —> Leading

Calibration / kalibrasi : Merupakan tolok ukur untuk menentukan saat yang tepat untuk Memimpin.Pada saat yang tepat lakukan perubahan posisi atau gerakan tubuh secara tiba-tiba dan perhatikan apakah lawan bicara melakukan gerakan yang kurang lebih sama (mengikuti) dengan apa yang kita lakukan.

Lakukan hal ini kurang lebih 3 (tiga) kali dengan adanya jeda waktu. Jika lawan bicara sudah mulai mengikuti gerakan kita, berarti sudah terjalin raport dan selanjutnya

Leading : Memimpin. Tujuan dari komunikasi adalah leading (memimpin) arah komunikasi,dalam komunikasi dengan hal ini kita akan lebih mudah melakukan penjualanan maupun memberikan arahan atau apapun yang paling penting sudah terjalin Trust terlebih dahulu.

10 Shares
NLP Coach

Jaim Wong,CHt,CI.NLP,NCA,HRMNLP Seorang Praktisi dan Trainer yang telah banyak mendapatkan Manfaat dari NLP dan Ingin berbagi pengalaman dengan anda