Sub modality – dari sinilah lahirnya prinsip dan teknik NLP

Sub modality – dari sinilah lahirnya prinsip dan teknik NLP

Ketika belajar NLP dan ingin memahami,mempraktekan pastinya wajib hukumnya memahami apa itu Sub Modality,Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Sub modality NLP saya ingin mengajak anda untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan beberapa pertanyaan yang perlu di jawab :

lebih asik mana nonton Film di bioskop dengan nonton Film di Layar HP ?

Bagaimana  sensasi yang di rasakan dengan Film yang sama antara nonton di bioskop dengan di HP  ?

Sekarang jika nonton Film tadi gambarnya di buat hitam putih,suaranya di buat kecil, bagaimana sensasinya ?

ada yang berbeda ?

sebuah tayangan film, terdapat elemen gambar dan suara yang di mainkan yang menjadikan film itu menarik berkesan. Dan rasanya pasti berbeda bukan antara Di HP dengan di bioskop meskipun filmnya sama.

Sub modality adalah salah satu bagian dari perangkat manusia tentang bagaimana seseorang merekam sebuah peristiwa untuk kemudian disimpan dalam pikirannya. Jika boleh diibaratkan dengan mudah, maka Submodality dapat dianalogikan dengan data dari sebuah tayangan film.

Jika kita perhatikan lebih detail maka dari elemen gambar yang ada akan dibagi menjadi beberapa hal misalnya : warna yang ditampilkan film tersebut terkadang warna yang terang dengan komposisi warna yang lengkap, terkadang dalam adegan yang lain dibuat sedikit gelap.

Demikian juga dengan suara yang disajikan dalam tayangan tersebut seperti misalnya : ada adegan yang menampilkan suara yang fokus kepada salah seorang pemerannya saja, namun terkadang suara yang diperdengarkan dalam sebuah adegan terkesan bercampur dengan suara latar belakang dari pemerannya semisal terjadi dialog dalam sebuah keramaian.

jika kita cermati lebih jauh dari sebuah tayangan film maka akan kita temui pula tentang bagaimana sudut pengambilan gambar yang dilakukan oleh sutradara atau kru pembuat film yang berbeda dalam setiap adegan.

Terkadang kita sebagai penonton seperti mewakili dari sudut pandang seorang pemeran utama ketika dia berdialog dengan pemeran yang lain, namun acap kali kita juga mampu melihat sendiri aksi dari seorang pemeran utama ketika berinteraksi dengan pemeran yang lain yang artinya kita melihat dua pribadi : pemeran utama dan pemeran yang lain.

Kwalitas dari gambar dan suara yang berbeda menghasilkan efek dan kesan yang berbeda bukan ? apa Kaitanya ?

dalam pembahasan Sebelumnya kita telah membahas Sistem Modalitas yaitu :

V – Visual = penglihatan,

A – Auditory = pendengaran,

K – Kinhestetic = perasaan,

O – Olfactory = penciuman,

G – Gustatory = pengecapan.

Dan pembahasan Submodality menjadi begitu penting, karena dalam keseluruhan prinsip dan teknik yang ada dalam NLP semuanya akan mengacu pada Submodality. merupakan informasi yang lebih detail dari sistem representasi seseorang,

seperti kita  nonoton Film ada detail detail setiap bagian yang menjadikan kwalitas berbeda dan Submodality atau lebih dikenal sebagai kualitas dari modalitas.

> Sub=Bagian, Modality = Modalitas/V.A.K.O.G contohnya seperti ini :

Modalitas Visual Submodalitasnya :

Terang- Gelap, Berwarna-hitam putih, dsb.

Modalitas Audiotory Submodalitasnya :

Keras-Pelan, Cepat – Lambat, Jauh- Dekat, dsb

Modalitas Kinestetic Submdalitasnya :

Letak rasa, tekanan suatu rasa, dsb

Dimana susunan STRUKTUR  kwalitas modalitas tersebut akan berpengaruh kepada emosi yang kita rasakan EMOSI yang kita rasakan akan mempengaruhi KEPUTUSAN dan Keputusan akan mempengaruhi TINDAKAN.

Dan  perubahan Sub Modalitas yang di lakukan akan memberikan perbedaan kepada intesitas EMOSI.

Seperti kita nonton Film di TV dan bioskop pastinya akan menghasilkan sensasi yang berbeda TV hitam putih dan berwarna juga berbeda besar kecil bahkan intesitas warna yang ada akan berpengaruh bukan ?

Mendengarkan music dengan kwalitas suara juga aka berpengaruh terhadap bagaimana kita menikmati music tersebut.

Di dalam pikiran kitapun seperti itu dimana intensitas dari sub modalitas bisa di naikan atau di turunkan untuk menghasilkan efek emosi yang berbeda, Hal ini yang disebut edit submodality

kualitas atau struktur elemen dari pengalaman yang kita ingat tadi disebut sebagai Submodality. Hal yang menarik dari keberadaan submodality ini adalah dengan merubah elemen tersebut akan merubah makna yang terdapat pada pengalaman yang kita miliki.

Sama halnya dengan tayangan sebuah film  jika misalkan kita menonton film horror lalu suara yang menyertai film tersebut kita hilangkan, maka dapat dipastikan kesan menakutkan dari film tersebut akan berkurang pula.

Begitu seorang praktisi memahami struktur dari Submodality dirinya atau kliennya, maka ia bisa mulai melakukan teknik-teknik perubahan Submodality sesuai tujuan yang diharapkan.

Tertarik Belajar Mendalam Tentang NLP ?

Silahkan SHARE Artikel ini agar lebih banyak yang mendapatkan Manfaat

14 Shares
NLP Coach

Jaim Wong,CHt,CI.NLP,NCA,HRMNLP Seorang Praktisi dan Trainer yang telah banyak mendapatkan Manfaat dari NLP dan Ingin berbagi pengalaman dengan anda

WhatsApp Ingin Belajar NLP